Musik Tradisi Nusantara Akan Diperkuat di Satuan Pendidikan

Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam Kongres Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Musik Tradisi Nusantara 2021 secara virtual, Rabu (1/9) (Foto:RRI.co.id)

KBRN, Jakarta : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk pertama kalinya menggelar serta memfasilitasi Kongres Musik Tradisi Nusantara (KMTN).

Rangkaian kongres yang diselenggarakan sejak 20 Agustus hingga 1 September 2021 menghasilkan sepuluh rekomendasi yang diserahkan secara simbolis kepada Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim secara virtual. Adapun salah satu rekomendari terkait integrasi musik tradisi Nusantara dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, pengembangan musik Nusantara akan disediakan melalui materi pembelajaran musik tradisi Nusantara pada setiap jenjang pendidikan baik formal maupun non formal.

"Rekomendasi ini harus kita lakukan bersama untuk memajukan musik tradisi Indonesia," kata Nadiem dalam Kongres Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Musik Tradisi Nusantara 2021 secara virtual, Rabu (1/9/2021).

Nadiem memastikan musik tradisi Nusantara tak akan terbengkalai. Sebab, baginya musik tradisi Nusantara merupakan identitas negara yang harus dipegang generasi penerus bangsa.

“Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih atas rekomendasi kongres terkait langkah-langkah ke depan yang harus kita lakukan bersama untuk memajukan musik tradisi Indonesia,” ujar Nadiem.

Kemendikbudristek, lanjut Nadiem, terus komitmen meningkatkan nilai dan keterampilan budaya, sosial, dan ekonomi para pelaku dan penggiat musik tradisi Nusantara. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan menyediakan program beasiswa bagi pelaku budaya. Di samping itu, kata Nadiem, untuk menghidupkan kecintaan masyarakat luas terhadap jati diri bangsa, kementeriannya akan menyelenggarakan Festival Musik Tradisi Indonesia.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada peserta Kongres Musik Tradisi Nusantara atas gagasan dan rekomendasi yang telah disampaikan kepada kami. Dengan semangat bersama, mari terus memajukan musik tradisi Nusantara untuk Indonesia bahagia dan merdeka berbudaya,” ucap Nadiem.

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menyebut, salah satu metode pengintegrasian musik tradisi Nusantara ke dalam pembelajaran adalah dengan metode berjenjang.

Pada satuan pendidikan level dasar seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD, proses pembelajarannya lebih kepada pengenalan dan apresiasi musik tradisi.

"Musik tradisi kita berbeda tiap wilayah jadi akan disesuaikan. Di jenjang lebih lanjut kita bikin lebih kompleks," jelas Hilmar.

Hilmar menyebut, perbedaan musik tradisi antar satu daerah memiliki perbedaan pola pengajarannya. Kondisi tersebut berbeda dengan musik 'barat' yang secara pola sudah bisa dipelajari.

"Di sisi lain, sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Ini akan ada penguatan pembinaan tenaga dan dengan begitu ketersediaan tenaga untuk bisa melakukan pengajaran di sekolah-sekolah juga terpenuhi," tandasnya.

Pada kesempatan itu juga dihasilkan rekomendasi untuk pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).  Hilmar mengatakan hasil kongres yang relevan dengan tugas dan fungsi kementerian, akan langsung ditindaklanjuti kementerian.

Kemendikbudristek, lanjut Hilmar, berkomitmen untuk mengawal proses pembentukan LMK hingga ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Karena LMK Musik Tradisi Nusantara akan membantu para musisi mendapatkan hak-haknya,” pungkas Hilmar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00