Bandingkan NU-Muhammadiyah dengan FPI, Pandji Konyol!

KBRN, Jakarta: Pernyataan komedian, Pandji Pragiwaksono soal pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dan membandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah menjadi pembicaraan hangat di kalangan warganet di media sosial Twitter. 

"Bahhh..!! Panji ini koq bs berpendapat tdk sesuai fakta? NU dan Muhamadiyah adalah organisasi yg sudah mengakar dan hidup di keseharian masyarakat kita. Selalu ada dan tak pernah jauh dari rakyat," kata Ferdinand Hutahaean mantan politisi Partai Demokrat di akun Twitternya @FerdinandHaean3 yang dilihat rri.co.id, Kamis (21/1/20210). 

"Membandingkan NU dan Muhamadiyah dgn FPI itu konyol," tegasnya.

Sedangkan seorang warganet Zulfikar Akbar menyamakan Pandji dengan Munarman salah seorang pentolam FPI. "Panji mulai buka jalan jadi penerus Munarman," tulisnya di @zoelfick. 

Meski demikian, pembelaaan disampaikan salah seorang warganet yang lain Pebri. 

"BuzzeRp peliharaan Rezim memang ngeri, bisa menyeret Muhammadiyah padahal sejak awal Muhammadiyah tidak mempermasalahkan video yang dibuat Panji. Sudah saatnya berbenah membersihkan BuzzeRp pemecah belah," jelasnya di akun Twitter @PebriyanDwi_P. 

Sebelumnya, Komedian, Pandji Pragiwaksono menilai langkah pemerintah membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI), bukan langkah yang tepat. Sebab akan muncul para simpatisan FPI ini dengan bentukan ormas yang berbeda. 

“Ngebubarin itu percuma, karena nanti akan ada yang lain lagi, Front Pejuang Islam atau lainnya. Ngebubarin percuma kaya nutup situs bokep, entar juga kebuka lagi ga ada hujungnya gitu,” ujar Pandji ketika berdiskusi secara virtual dengan dua mantan anggota FPI, seperti dilansir dari chanel YouTubenya, Rabu (20/1). 

Menurut Pandji,  FPI terkenal dan disukai di masyarakat kalangan bawah ketika para elit dari ormas Islam besar, yakni Nahdaul Ulama (NU) dan Muhammadiyah jauh dari masyarakat.

“FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhamamdiya) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik. Sementara FPI itu dekat. Kalau ada yang sakit, ada warga yang sakit mau berobat, ga punya duit, ke FPI, kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. suratnya dibawa ke dokter jadi diterima,” ungkap Pandji. (Foto: Instagram Pandji Pragiwaksono)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00