BPKN: Rencana Kenaikkan Tarif Listrik Tak Tepat

KBRN, Jakarta: Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Firman Turmantara mengkritik rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tarif listrik pada Juli 2021 mendatang. 

"Tentunya kita melihat secara obyektif kondisinya tidak tepat untuk kenaikkan tarif listrik, kenapa demikian? Kita paham betul kondisi masyarakat tengah menghadapi pandemi virus Covid-19, itu kita tidak bisa bergerak, kemana pun kita khawatir terkena, ini sebuah tantangan hidup yang serius," kata Firman kepada RRI.co.id, Jumat (16/4/2021).

Pandemi ini, kata Firman, imbasnya kepada perekonomian dan pemasukan keluarga berkurang dengan adanya pembatasan tersebut.

"Kerja di rumah, gaji juga berkurang, bahkan banyak yang di-PHK ribuan di sekitar Jabodetabek, jadi dampaknya luas sekali," jelasnya.

Menurutnya, Kementerian ESDM tampaknya tidak paham dengan rencana kenaikkan tarif listrik tersebut.

"Mohon maaf itu tampaknya pemerintah tidak paham, kondisi masyarakat sedang morat-marit untuk keuangan, bahkan untuk makan juga susah, saya banyak mendengar dari kalangan bawah," tegasnya. 

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menaikan tarif listrik pada Juli 2021 mendatang. Sementara pada April ini upaya sosialisasi kepada masyarakat dilakukan pemerintah. 

"Dalam bulan ini ya muda-mudahan sosialisasi nya," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari kepada wartawan, Selasa (13/4/2021). 

Kendati demikian, Ida belum bisa memastikan berapa kisaran kenaikan tersebut. Terkait persentase harga, pihak Kementerian ESDM akan memaparkan pada saat sosialisasi berlangsung nantinya.  

"Akan ada sosialisasi terkait hal ini, belum bisa info detil nya. Untuk itu ditunggu sosialisasi saja ya," katanya. (foto: PLN.co.id)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00