Jamin Pekerja Migran, Sumbar Gandeng BP2MI

(kiri-kanan) Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dan Wali Kota Padang, Hendri Septa saat Penandatanganan Nota Kesepakatan Perlindungan PMI asal Kota Padang (Dok RRI/Josua Sihombing/Humas BP2MI)

KBRN, Jakarta: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan apresiasinya atas terlaksananya penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemerintah Daerah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) untuk memberikan jaminan perlindungan para pekerja devisa dari provinsi Sumbar. 

Terlebih lagi, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengungkap bahwa MoU untuk perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia itu dilakukan untuk yang pertama kalinya diadakan dari wilayah Pulau Sumatera. 

"Penandatanganan Nota Kesepakatan ini adalah sejarah karena Kota Padang merupakan Pemerintah Daerah pertama di seluruh wilayah Sumatera yang menandatangani Nota Kesepakatan dengan BP2MI," ujar Benny dalam sambutannya di Aula KH.Abdurrahman Wahid Gedung BP2MI, Jakarta, Kamis (10/6/2021). 

Dijelaskan Benny, dengan penandatanganan yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang, Hendri Septa, merupakan bentuk kepedulian Hendri terhadap Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri. 

“Kalau mendengar Pak Walikota tadi, ini adalah pejabat kedua di mimbar ini setelah Menteri BUMN yang muda, progresif, dan visioner yang juga pernah bekerja di luar negeri”, ujarnya. 

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Padang, Hendri Septa menuturkan bahwa pentingnya kerjasama MoU itu sebagai komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memberikan jaminan warga Sumatera Barat untuk bekerja di luar negeri. 

"Kota Padang harus siap melindungi warganya yang bekerja di luar negeri untuk meningkatkan perekonomian di Kota Padang”, tutur Hendri. 

Sebab diakui Hendri, kemajuan perekonomian Kota Padang itu tidak terlepas dari banyaknya masukan kas daerah yang berasal dari para Pekerja Migran Indonesia asal kota Minang. 

"Terdapat 532 penduduk Padang yang bekerja di luar negeri dan memberikan devisa sekitar 1,9 milyar rupiah per tahunnya. Selain devisa, tercatat remitansi yang masuk dari PMI ditambah dengan siswa magang asal Padang, dapat mencapai hingga 21 milyar rupiah per tahunnya," pungkas Hendri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00