Pemerintah Canangkan Penyelamatan Danau Prioritas Nasional

Danau Sentani (Doc Istimewa).jpg

KBRN, Jakarta:  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus berupaya melakukan pengelolaan dan penataan danau di berbagai provinsi di Indonesia. 

Hal itu ia sampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, Rabu (22/9/2021).

“Indonesia memiliki sekitar 1.575 danau yang dapat menampung 72 persen pasokan air permukaan Indonesia. Dua danau, yakni Danau Toba dan Danau Batur telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark,” kata Menko Luhut dalam siaran pers yang diterima, Kamis (23/9/2021).

Dalam paparannya, Menko Luhut menjelaskan berbagai permasalahan yang dialami danau-danau di Indonesia antara lain pencemaran sampah dan limbah, penurunan kualitas ekosistem dan keanekaragaman hayati, serta pencemaran air dari keramba jaring apung (KJA).

Untuk mengatasinya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional sebagai acuan bagi seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bersinergi dalam mempercepat Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dan membentuk Dewan Pengarah.

15 Danau Prioritas Nasional (DPN) terdiri atas Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau dan Singkarak di Sumatera Barat, Danau Kerinci di Jambi, Rawa Danau di Banten, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, Danau Poso di Sulawesi Tenggara, Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Tempe dan Matano di Sulawesi Selatan, Danau Limboto di Gorontalo,  danau Mahakam di Kalimantan Timur, Danau Sentarum di Kalimantan Barat dan Danau Sentani di Papua.

Lebih jauh, Menko Luhut mengatakan, arah kebijakan terkait penyelamatan danau prioritas adalah mencegah dan menanggulangi kerusakan ekosistem DPN.

“Memulihkan fungsi dan memelihara ekosistem DPN, serta memanfaatkan DPN dengan tetap memperhatikan kondisi dan fungsi secara berkelanjutan,” tambah Menko Luhut selaku Ketua Dewan Pengarah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono selaku Ketua Harian Dewan Pengarah mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan tim nasional untuk penyelamatan danau ini.

Sumber: Kemenko Marves

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00