Gernas Bangga Buatan Indonesia Dorong Perekonomian Nasional

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim Dalam Peluncuran Gernas BBI #AromaMaluku (Foto:Youtube Kemendikbudristek)

KBRN, Jakarta : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) #AromaMaluku secara daring,  Jum'at (24/9/2021).

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengatakan peluncuran tersebut menunjukkan komitmen Kemendikbudristek dalam mendukung penguatan UMKM produk-produk lokal.

Menurut Nadiem,  Indonesia memiliki banyak wirausahawan dan pelaku UMKM yang terus berkontribusi mendorong perekonomian Indonesia. Pendidikan dan ekonomi memainkan peran strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa sekarang dengan mempertimbangkan kebutuhan masa depan.

"Oleh karena itu,  sektor pendidikan dan ekonomi harus bersinergi dan berkolaborasi menghilangkan sekat antara keduanya. Kita perlu meningkatkan kesadaran dan apresiasi inovasi anak bangsa dalam menguatkan kemandirian dan kedaulatan negeri," kata Nadiem dalam peluncuran Gernas BBI #AromaMaluku.

Mantan CEO Gojek ini mengungkapkan pada  kunjungan kerjanya ke Surakarta, Yogyakarta, dan Jambi, ia banyak mengambil pelajaran saat mengunjungi SMK, museum, hingga berkesempatan  menginap bersama masyarakat Suku Anak Dalam. 

Ia pun menyebut gagasan Merdeka Belajar yang diinisiasinya dapat memaksimalkan potensi yang sudah ada melalui riset, vokasi, dan pemajuan nilai kebudayaan. 

Oleh sebab itulah,  Nadiem berharap, rangkaian Gernas BBI yang disiapkannya dapat mendorong Maluku masuk ke pasar global. 

"Salah satu program utama Gernas BBI adalah digital marketing yang difokuskan untuk memberi wawasan menunjang pendidikan vokasi. Dan, Gernas BBI akan mendorong mempromosikan Maluku sehingga potensi lokal maju ke skala global," ujar Nadiem. 

Pada kesempatan yang sama,  Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengatakan rangkaian Gernas BBI #AromaMaluku sudah dilakukan sejak September lalu. Di tahun ini,  lanjut Wikan,  Kemendikbudristek didaulat menjadi campaign manager Gernas BBI, secara bergilir, sejumlah kementerian dan daerah juga sudah melakukan berbagai kegiatan seperti Pelangi Sulawesi, Karya Kreatif Jawa Barat, dan Lokal Keren Jatim.

"Tujuan utamanya adalah untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dalam peningkatan pemulihan ekonomi bangsa pasca pandemi untuk menuju Indonesia tangguh," kata Wikan.

Lebih lanjut,  Wikan menyebut Gernas BBI juga berkolaborasi bersama pemerintah daerah Maluku dan mitra-mitra strategis, yaitu Garuda Indonesia, Bank Indonesia, RRI, TVRI, Antara, Trans Group, dan mitra stakeholder lainnya. 

Sejak Gernas BBI ini digelorakan pada 2020, tercatat  lebih dari 15 juta UMKM yang memasukkan produknya di platform loka pasar atau e-commerce. Kemendikbudristek menggalang seluruh sumber daya mulai dari anak SD hingga mahasiswa untuk berproduksi, berkreasi dan berbelanja produk Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 juta UMKM onboarding dari Gernas BBI. Dengan capaian ini, Wikan berharap aktivitas UMKM berpacu lebih kencang lagi, semakin banyak kreasi, dan kian menambah konsumen yang berbelanja produk buatan dalam negeri. 

Menurut Wikan, momentum peluncuran awal ditandai dengan mengenalkan logo, maskot, dan jingle Gernas BBI #AromaMaluku. Kegiatan yang sudah dilakukan dan disiapkan yakni lomba UMKM, konten video, pelatihan umkm, serta webinar.

Sementara itu,  dalam diskusi, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suhari mengatakan jika dukungan dari dunia pendidikan dalam Gernas BBI ini dapat dihimpun dari satuan pendidikan yang berjumlah lebih dari 500 ribu, terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan.

 "Melalui sekolah, semua kalangan bisa diingatkan untuk cinta produk dalam negeri," kata Suhari. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00