Menko PMK Ungkap Alasan Kurangnya Vaksinasi di Sultra

Dok Kemenko PMK
Dok Kemenko PMK

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan alasan mengapa cakupan vaksinasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih jauh dari target. 

Hal itu karena, ada beberapa daerah yang harus dikebut pelaksanaan vaksinasinya seperti wilayah Provinsi Papua yang diprioritaskan karena adanya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Selain itu juga di beberapa daerah lain karena harus segera membuka sektor wisata, misalnya Pulau Bali, Batam. Itu diprioritaskan," terang Muhadjir seperti dikutip RRI.co.id, Jumat (22/10/2021).

Dia menuturkan, jumlah vaksin untuk Sultra seharusnya bisa mencapai 4 juta dosis untuk keseluruhan pelaksanaan vaksinasi tahap satu dan dua, serta untuk vaksin booster tenaga kesehatan.

Namun, jumlah vaksin yang sudah diterima ke Sulawesi Tenggara baru 1,3 juta dosis vaksin.

Lebih lanjut, Menko PMK akan menindaklanjuti persoalan kurangnya stok vaksin di Provinsi Sultra ke pihak Kementerian Kesehatan. 

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Menkes supaya di sini juga mendapatkan perhatian," ujarnya.

Mantan Mendikbud itu juga meminta kepada pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sultra untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga bagi tenaga kesehatan yang jumlahnya masih kurang dari 1 persen. 

"Ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden agar keselamatan dari tenaga kesehatan lebih terjamin. Karena dengan di'booster' imunitasnya Insya Allah akan semakin tinggi kadarnya. Ini saya minta untuk dipercepat," jelas Muhadjir.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga mengapresiasi adanya kegiatan vaksinasi gotong royong yang telah dilakukan oleh pihak swasta untuk mempercepat vaksinasi di Sultra.

"Kalau masing-masing perusahaan dipercepat, diperbanyak dalam upaya vaksinasi gotong royong agar ikut membantu tercapainya target yang ditetapkan oleh pemerintah," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, per September 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebesar 32,36% atau 648.011 orang. Sedangkan dosis kedua sebesar 18,58% atau 372.166 orang.

Sementara, dosis ketiga (booster) untuk tenaga kesehatan sebesar 0,43% atau 8.696 orang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00