FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Sesuai Perintah Gubernur, Bongkar Bangunan Menutup Sungai

Bangunan Kafe seperti ini di Jakarta Selatan, yang menutup sungai/kali, segera dibongkar paksa karena menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta. Bangunan dianggap menyalahi aturan berdiri di atas saluran air. (Ayu Rachmaningtyas/RRI)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta menginstruksikan kepada Wali Kota Jakarta Selatan, untuk segera menginventarisasi dan membongkar bangunan-bangunan liar yang berdiri menutup saluran air maupun sungai/kali, agar tidak terjadi banjir. 

Bahkan, Seketaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali mengatakan, bukan kepada Wali Kota Jakarta Selatan saja, melainkan kepada seluruh Wali Kota lima wilayah administrasi Provinsi DKI Jakarta, bahwa seluruh bangunan yang berdiri di saluran air agar ditertibkan alias dibongkar, karena menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah DKI Jakarta.

Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali (Ayu/RRI)

"Temen-temen Wali Kota sudah komitmen kemarin. Kemarin saya sudah perintahkan, sesuai perintah Pak Gubernur juga. Bongkar kalau gak hari ini, besok gitu ya," kata dia saat ditemui wartawan dan RRI.co.id di Gedung PTSP Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/11/2021). 

"Itu Wali Kota yang rapihin. Tidak boleh itu, karena gara-gara itu memang terjadi banjir. Sudah saya perintahkan ke para Wali Kota, bukan Jakarta Selatan saja, melainkan semuanya," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, masih ada masyarakat yang "sembunyi-sembunyi" dalam melakukan pembangunan yang bukan pada tempatnya.

Dalam hal ini, baik Pemda dan Pemkot tidak bisa untuk selalu terus mengawasi  bangunan di seluruh DKI, terlebih yang ada di dalam suatu kawasan terpelosok 

"Kadang-kadang masyarakat itu main umpet-umpetan gitu kan. Kita kan gak lihat di seluruh, semua pojok Jakarta. Kadang kadang gak kelihatan," ujarnya. 

Dia menegaskan, dia menunggu komitmen dan aksi nyata para Wali Kota untuk segera menindak dengan melakukan pembongkaran secepatnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar