Hari Disabilitas Internasional di Masjid Istiqlal

Penyandang disabilitas tunanetra yang membaca alquran braille di acara Hari Penyandang Disabilitas Internasional di Aula Al-Fatah Masjid Istiqlal, Jakarta.

KBRN, Jakarta: Perkumpulan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia (PPDFI) menyelenggarakan acara Hari Disabilitas Internasional yang bertempat di Aula Al-Fatah Masjid Istiqlal pada Jumat (3/12/2021).

Sebanyak 70 orang penyandang disabilitas dari berbagai daerah berkumpul disana.  

Dengan mengusung tema 'HDI Lebarannya Penyandang Disabilitas', acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur'an Braille oleh salah satu penyandang disabilitas tunanetra.

Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nazaruddin Umar yang hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan bahwa cacat itu bukan penghalang untuk berprestasi dan bukan alat untuk mendiskreditkan orang. 

"Jadi tidak bisa kita katakan orang disabilitas tidak punya kemampuan lebih. Jangan anggap enteng orang-orang disabilitas," terang Nazaruddin dalam sambutannya saat menghadiri acara Hari Disabilitas Internasional, Jumat. 

Sementara itu, Ketua PPDFI Siswadi menekankan, 22 hak pokok penyandang disabilitas. Siswadi mengatakan, dengan adanya Komisi Nasional Disabilitas (KND) yang telah diresmikan Presiden Jokowi diharapkan bisa meningkatkan dan menambah hak-hak penyandang disabilitas di tanah air. 

"Dengan adanya 22 hak penyandang disabilitas ditambah 4 hak penyandang disabilitas wanita, ditambah lagi 3 hak penyandang disabilitas anak-anak, sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas," terang Siswadi. 

Sebagaimana diketahui, Hari Penyandang Disabilitas Internasional atau International Day of Persons with Disabilities yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk membantu semua orang menjadi lebih berbelas kasih dan memahami tantangan yang dihadapi para penyandang disabilitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar