Bogasari Pabrik Terigu Pertama Raih Industri Hijau

KBRN, Jakarta: Untuk yang kedua kalinya pabrik PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari yang berlokasi di Jakarta Utara berhasil meraih penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian. 

Penghargaan Industri Hijau pertama kali diraih pabrik Bogasari Jakarta tahun 2019. Sedangkan yang kedua yang diberikan Menteri   Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Aula Garuda, Kantor Kemenperin Jakarta, pada Selasa (30/11/2021) kemarin. 

Penghargaan dua kali berturut-turut ini merupakan kado ulang tahun ke-50 Bogasari yang jatuh pada tanggal 29 November 2021.

“Penghargaan ini sekaligus kebanggan buat Bogasari karena merupakan pabrik tepung terigu pertama dan satu-satunya di Indonesia yang sudah berhasil penghargaan Industri Hijau,” ucap Bobby Ariyanto, Senior Vice President (SVP) Manufacturing yang mewakili PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari dalam siaran pers kepada wartawan, Jumat (3/12/2021). 

 Bobby mengungkapkan, Bogasari akan terus berkomitmen menerapkan industri yang mampu berproduksi secara efektif dan efesien dalam menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia. 

"Pada tahun 2019 Bogasari meraih pengharagaan Industri Hijau Level 4. Sementara di tahun 2021 ini Bogasari naik peringkat meraih Industri Hijau level 5," ucap Bobby. 

Bahkan Bogasari  masuk dalam 10 besar industri dengan nilai tertinggi untuk penghargaan tahun ini, tepatnya di urutan ke-7. Sebagai informasi, ada 152 perusahaan yang mendapat penghargaan ini, dan 88 diantaranya mendapat Level 5. 

Industri Hijau merupakan penghargaan kepada industri yang mencapai efesiensi bahan baku dan produksi yang tinggi dengan waste atau limbah yang minimal. 

Penilaian lainnya adalah program penghematan energi dan air secara terus-menerus, program pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan regulasi, sistem manajemen yang dijalankan, dan pengelolaan karyawan serta program CSR yang menyentuh lansung masyarakat dan berkelanjutan tidak sporadis.

Secara garis besar penilaian terbagi atas 3 aspek yaitu aspek produksi, kinerja pengelolaan limbah dan emisi serta manajemen perusahaan. Bagian tersulit adalah bagaimana konsisten mencapai produksi yang efesien di tengah masa sulit akibat pandemi seperti saat ini.   

Pabrik Bogasari Jakarta juga merupakan objek vital nasional yang terus mendukung pelaksanaan konservasi energi, dengan salah satunya melalui implementasi Sistem Manajemen Energi yang merujuk pada Standar ISO 50001:2018. Bogasari Jakarta juga tercatat sebagai pabrik tepung terigu pertama di Asia Tenggara yang tersertifikasi ISO 50001. 

“Selama 3 tahun penerapan Sistem Manajemen Energi di Bogasari Jakarta, penghematan energi yang didapat secara kumulatif dari tahun 2019 sampai Juni 2021 adalah sebesar 130.674 GJ atau setara dengan penghematan biaya sebesar Rp 28,7 Milliar, serta juga berhasil mengurangi total emisi GRK hingga sebesar 20.325 ton CO2-eq,” jelas Bobby. 

Dalam hal penghematan energi dan air, Bogasari mempunyai fasilitas water recycle yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik dan program Rain Harvesting, serta telah menjalankan sistem management energy yang terstandarisasi ISO 50001.  

Pembangunan Rain Harvesting sudah selesai tahun 2018. Saat ini, pabrik Bogasari Jakarta memiliki tangki berkapasitas 3 juta liter atau 3 ribu meter kubik untuk menyimpan air hujan yang berhasil ditampung melalui program Rain Harvesting. 

Bogasari juga sudah melakukan pembibitan mangrove dan pengolahan kompos dari sampah organik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai kegiatan CSR yang memberdayakan warga sekitar juga dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Berbagai pelatihan juga terus dilakukan untuk menunjang program SDM unggul. 

Dalam hal CSR di bidang pendidikan, selama pandemi, Bogasari tetap membuka program Magang untuk mahasiswa meski secara virtual. Ini sangat penting, karena Magang merupakan persyaratan utama kelulusan bagi para mahasiswa. Mahasiswa tidak akan bisa menyusun skripsi untuk kelulusan sarjana sebelum menjalankan mata kuliah magang indsutri. 

“Sejak magang industri dibuka Agustus 2020 sampai Oktober 2021 sudah 140 mahasiswa yang berhasil mengikutinya.  Sebagai catatan program magang industri bagi mahasiswa dan siswa SMK sebagai bentuk kepedulian Bogasari terhadap dunia pendidikan sudah dijalankan 20 tahun yang lalu (2001),” jelas Bobby.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar