FOKUS: #PPKM

PPKM Dinilai Kurang Efektif Jika Sebatas Covid-19

Dokumentasi - Anggota Satpol PP Kecamatan Cilandak menegur pengendara motor yang tidak memakai masker dengan benar saat razia protokol kesehatan PPKM level 2 di Pondok Labu, Jakarta, Selasa (5/4/2022). PPKM level 2 untuk wilayah DKI Jakarta kembali diperpanjang selama dua pekan mulai 5 hingga 18 April 2022. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

KBRN, Jakarta: Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kurang efektif jika dilakukan sebagai pencegahan penularan Covid-19.

Ia menilai, skala prioritas PPKM sudah bergeser, karena sekarang banyak indikator penilaian yang dilihat seperti peningkatan kasus, hospitalisasi, kematian dan sebagainya.

"Dengan penurunan kasus yang konsisten, PPKM jadi tidak optimal, lagi," kata Pandu Riono dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Ia menjelaskan, hasil sero survei antibodi masyarakat di 21 kota/kabupaten Pulau Jawa-Bali dilaporkan mempunyai antibodi SARS CoV-2 sebesar 99.2 persen.

"Ada peningkatan proporsi penduduk di wilayah asal dan tujuan mudik Jawa-Bali yang mempunyai antibodi SARS CoV-2 sebesar 6.2 persen dan ada peningkatan kadar antibodi SARS CoV-2 dari median 434.2 U/ml menjadi 5.698 U/ml," katanya.

Untuk itu, ia menyarankan agar statergi lebih diarahkan agar masyarakat menyelesaikan tahapan vaksinasi Covid-19.

"Harus geser strategi, fokus pada kekebalan penduduk dengan ikhtiar vaksinasi lengkap dan booster. Bulan Juni ini harus sudah capai target dosis kedua dan akhir tahun lebih tinggi lagi mendekati 90 persen populasi. Booster harus terus meningkat dan kita perlu tetap pertahankan protokol kesehatan," sambungnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Kemenkes bersama pakar terus mengintensifkan komunikasi dalam menggagas masukan bagi kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi.

"PPKM memuat indikator-indikator sebagai masukan kepada Pemerintah Daerah untuk merespons pengendalian pandemi. Kita lihat, cakupan vaksinasi masih menjadi indikator yang kita sasar dalam PPKM ini," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar