Mahasiswa Jepang Antusias Belajar Tari Indonesia

Mahasiswa dan staf pengajar dari Keio University Jepang antusias belajar  tari dari Indonesia yakni, tari Ondel-ondel dan tari Piring. Kegiatan ini merupakan rangkaian program “Ambassador Goes to Campus” dari KBRI Tokyo melalui kunjungan ke 11 kampus terbaik di Jepang, Jumat (13/5/2022) lalu. (foto: KBRI Tokyo)

KBRN, Jakarta: Mahasiswa dan staf pengajar dari Keio University Jepang antusias belajar  tari dari Indonesia yakni, tari Ondel-ondel dan tari Piring.

Pembelajaran tari itu dipandu oleh Sri Sabarati Sulastini Kodrat pengajar Bahasa Indonesia di Kanda Institute of Foreign Language (KIFL) yang juga aktif berkesenian dengan membentuk Sanggar Tari Duta Melati.

Di hadapan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi, para mahasiswa Jepang ini juga menampilkan tarian dengan diiringi lagu ondel-ondel Betawi. Sanggar Duta Melati juga memeriahkan acara dengan penampilan Tari Puspanjali dari Bali oleh Yulia Rosa dan Tari Piring oleh Riska Hapsari.

Kepada para mahasiswa Dubes Heri juga menyampaikan tentang keragaman suku, seni budaya, bangsa, bahasa dan kuliner khas masing-masing daerah di Indonesia. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian program “Ambassador Goes to Campus” dari KBRI Tokyo melalui kunjungan ke 11 kampus terbaik di Jepang, Jumat (13/5/2022) lalu.

Sebelumnya, Dubes Heri Akhmadi memberikan kuliah umum di Universitas Keio kampus Shonan Fujisawa, Kanagawa, Jepang.  

Dubes Heri yang dalam kuliah umumnya mengangkat topik “Indonesia – Japan: A Shared Future and History” ini menekankan Indonesia dan Jepang adalah dua negara yang saling melengkapi di masa lalu, kini dan masa mendatang.

“Sejak peresmian hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang pada 20 Januari 1958, kerja sama kedua negara semakin intensif. Indonesia dan Jepang memiliki kedekatan yang saling pengertian yang terbentuk sejak jaman perjuangan. Bahkan, saat itu ada lebih dari 1.000 tentara Jepang memilih untuk berjuang bersama Indonesia melawan sekutu," terang Dubes Heri didampingi Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Meinarti Fauzie dan Atase Pendidikan Yusli Wardiatno dalam siaran pers KBRI Tokyo yang diterima RRI.co.id.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Sekolah Pascasarjana Media dan Pemerintahan Fakultas Studi Lingkungan dan Informasi Universitas Keio Fumitoshi Kato yang didampingi oleh pengajar pada Sekolah Pascasarjana Media dan Pemerintahan Fakultas Manajemen Kebijakan Universitas Keio Prof Yo  Nonaka, menyampaikan apresiasi atas kuliah umum Dubes Heri kepada para mahasiswa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar