Puluhan Juta Ton Makanan Terbuang di Indonesia

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi di Sarinah Jakarta, Senin (15/8/2022)/ RRi/ Alfreds Tuter/

KBRN, Jakarta: Badan Pangan Nasional mencatat sebanyak 23-48 juta ton makanan terbuang tiap tahunnya pada 2000-2019 di Indonesia. Padahal Food Loss and Waste (FLW) tersebut memiliki potensi untuk memberi makan pada 61-125 juta orang. 

"Menurut kajian Bappenas, Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia pada tahun 2000-2019 berkisar 23-48 juta ton/tahun. Setara dengan 115–184 kg/kapita/tahun," kata  Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA), Arief Prasetyo Adi di Sarinah Jakarta, Senin (15/8/2022).  

Dari total sampah makanan yang terbuang itu juga merugikan ekonomi sebesar Rp 213-551 triliun per tahunnya. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk mengurangi makanan yang terbuang. 

Pemborosan makanan memiliki keterkaitan dengan kerawanan pangan dan gizi. Badan Pangan Nasional mencatat ada 74 kabupaten/kota masuk rawan pangan, atau 14 persen dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. 

Ia menegaskan salah satu ketahanan nasional Indonesia berasal dari pangan. Maka Arief mendorong gerakan zero waste (tidak ada sampah) makanan dan diterapkan di berbagai retail sehingga menjadi budaya.  

"Sangat segera, harus sangat segera (gerakan zero waste). Kita masing-masing, sesuai bidangnya mengajak seluruh pihak untuk melakukan hal yang sama," kata Arief.

Data global, sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya. Berdasarkan data The Economist Intelligence Unit (EIU), Indonesia merupakan penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia.

Merespon hal tersebut, Pusat Perbelanjaan Sarinah Jakarta menjadi retail pertama yang menerapkan konsep zero waste pada makanan-makanan yang dijual di sana. Badan Pangan Nasional sangat mendukung hal ini, terutama  mendorong agar masyarakat menerapkan gerakan zero waste atau meminimalisir sampah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar