Kemendikbudristek Terima Sertifikat Hak Pakai Tanah Candi Borobudur

Mendikbudristek Nadiem Makarim menerima sertifikat hak pakai terhadap tanah di zona I kawasan Candi Borobudur. Penyerahan sertifikat itu dilakukan di Gedung Kemendikbudristek, Kamis (18/8/2022). (Foto: BKHM Kemendikbudristek)

KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendapatkan sertifikat hak pakai terhadap tanah di zona I kawasan Candi Borobudur. Sertifikat itu  dikeluarkan kantor pertahanan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan, capaian ini merupakan hasil gotong royong berbagai pihak. Sertifikat ini merupakan bagian dari upaya memajukan warisan budaya bangsa Indonesia.

“Dengan diterbitkannya sertifikat hak pakai untuk tanah Candi Borobudur, semakin lengkaplah upaya kita untuk terus memajukan warisan budaya kebanggan bangsa Indonesia. Capaian ini berhasil kita peroleh berkat gotong royong dan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak,” kata Nadiem, di kantor Kemendikbudristek, Kamis (18/8/2022). 

Upaya penerbitan sertifikat tanah Candi Borobudur telah dilakukan Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan sejak tahun 2015. Dalam perjalanannya, berbagai langkah telah dilakukan dengan cara melaksanakan pertemuan, dialog, serta mediasi yang melibatkan berbagai pihak terkait.

Nadiem mengapresiasi Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) atas keberhasilannya dalam melakukan pendampingan selama proses penerbitan sertifikat tanah. Selain itu, Nadiem juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) selaku penerbit sertifikat tanah Candi Borobudur.

“Saya ingin mengucapkan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah ikut menjalankan, mengawal, memberi masukan, hingga memfinalisasi terbitnya sertifikat ini. Besar harapan kami bahwa kolaborasi ini akan terus menguat sehingga dapat membantu upaya penyelesaian yang berkaitan dengan hak kepemilikan atau penguasaan di lingkungan Kemendikbudristek,” ucap Nadiem.

Pada kesempatan itu, Nadiem mengajak semua pihak untuk terus menguatkan gotong royong dalam mengelola situs Candi Borobudur. Tentunya dengan berorientasi pada pemajuan kebudayaan Indonesia. 

“Mari bersama-sama merawat keberlangsungan dan mendorong pemajuan Candi Borobudur demi terwujudnya cita-cita Merdeka Berbudaya,” ucapnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Andi Herman, mengapresiasi seluruh jajaran di kejaksaan dan Kementerian ATR/BPN yang telah menjalankan tugas. Untuk menyelesaikan permasalahan tanah Candi Borobudur. 

“Terima kasih kami ucapkan kepada rekan-rekan jajaran dalam kantor Badan Pertanahan Nasional wilayah Provinsi Jawa Tengah yang telah bekerja sama dengan baik dengan jajaran Jaksa Pengacara Negara. Sehingga proses sertifikasi tanah khususnya di wilayah Candi Borobudur dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya permasalahan,” kata Andi.

Serah terima sertifikat tanah Candi Borobudur juga disertai pemberian piagam penghargaan di bidang pelindungan cagar budaya oleh Mendikbudristek kepada Kejaksaan RI dan Kementerian ATR/BPN sebagai apresiasi Kemendikbudristek atas bantuan dan keberhasilan dalam penyertifikatan tanah Candi Borobudur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar