Menkominfo Dukung Kapolri Berantas Judi Online

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate usai melakukan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia YB Tan Sri Datuk Seri Panglima TPr Annuar Haji Musa di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (19/08/2022) - (Foto: RRI/Saviera Amalia)

KBRN, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendukung rencana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas judi online. Pencegahan pun, lanjut dia,  juga harus dilakukan untuk mengatasi perjudian di ruang fisik.

"Saya tentu memberi dukungan, kalau Bapak Kapolri menyampaikan dengan tegas untuk melakukan berbagai upaya mencegah, menangani dan mengatasi perjudian di ruang  fisik. Maka itu baik adanya, karena itu kan penegakan hukum," kata Johnny di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Jumat (19/8/2022). 

Menurutnya, jika ditemukan tindakan-tindakan melanggar hukum di ruang digital maka menjadi kewenangan Polri. Sementara Kominfo melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis, seperti pemblokiran atau penutupan akses. 

"Demikian halnya untuk dukungan hukum di penegakan ruang digital, kan semakin baik. Tapi, kominfo sendiri karena amanat peraturan dan perundang-undangan, ya, Kominfo membersihkan (platform judi online) terus-menerus setiap hari," ujarnya. 

Terkait upaya pemberantasan platform judi online, Johnny mengatakan sejak tahun 2018 hingga 31 Juli 2022, pihaknya telah melakukan pemutusan akses terhadap 552.645 konten perjudian daring. Konten tersebut yang ditemukan di berbagai platform ruang digital Indonesia. 

Rata-rata sepanjang Januari hingga Juli 2022, terdapat setidaknya 12.300 konten perjudian online yang ditangani dan dilakukan pemutusan akses atau blokir per bulan. Rata-rata, 410 konten perjudian online yang diblokir setiap hari, meski masih banyak pula konten perjudian yang muncul kembali. 

"Perlu dicatat bersama karena ini (platform judi) online, dipasangkan secara online, tidak di dalam ruang digital kita sudah berhasil untuk take down. Maka juga mudah untuk di-upload lagi, dipasang kembali, dengan nama yang sedikit berbeda atau berbeda," kata Menkominfo. 

"Jadi, ini pekerjaan yang tiada hentinya, kejar-kejaran," ucapnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar