Jadi Sorotan, Ini Penyebab Lobster Mahal

Ilustrasi Lobster

KBRN, Jakarta: Tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dini hari tadi, Rabu (25/11/2020), membuat ekspor benih lobster saat ini menjadi sorotan publik. Pasalnya Edhy ditangkap karena terkait kasus ekspor benih lobster tersebut.

Jika dilihat dari beberapa tahun belakangan ini, polemik mengenai benih lobster telah ada di Indonesia, banyak pro dan kontra seputar ekspor benih lobster ini. Mulai dari banyak alasan mengapa lobster memiliki harga yang mahal, dan budidayanya yang terbilang sulit hingga distribusi yang panjang. 

Jika sebelumnya Susi Pudjiastuti sempat menerbitkan sebuah larangan penangkapan atau pengeluaran lobster, kepiting hingga rajungan dari Indonesia, namun hal tersebut ditampik dengan aturan baru Edhy Prabow, yang mengizinkan ekspor benih lobster, dengan tujuan membantu belasan ribu nelayan kecil.

Terlepas dari polemik ini, sejak dulu lobster dikenal sebagai salah satu biota laut yang memiliki harga tinggi dan kisaran harganya bahkan ada yang setara dengan mobil dan motor mewah. Dilansir dari berbagai sumber berikut sejumlah penyebab mengapa harga lobster mahal.

Baca Juga: Edhy Prabowo dan 'Politikus' Eksportir Benih Lobster

1. Proses tumbuh lobster yang panjang

Ada berbagai alasan mengapa lobster ini sangat mahal. Tapi dilansir dari Memagazine, lobster mahal karena memiliki proses yang panjang dari lautan hingga ke disajikan di atas piring.

Salah satunya karena tidak adanya peternakan lobster. Kebanyakan lobster diambil dari lautan dan perairan bebas. Para nelayan harus melawan cuaca ekstrem untuk bisa menangkap lobster.

Kemudian lobster memiliki waktu pertumbuhan yang cukup lama. Menurut marianne LaCroix selaku perwakilan dari organisasi Lobster di Maine, Amerika, butuh setidaknya waktu tujuh tahun agar lobster memiliki bobot yang pantas untuk dijual.

Hal ini disebabkan karena lobster termasuk hewan custacean yang membutuhkan waktu lama untuk mereka tumbuh.

2. Distribusi yang rumit

Ada beberapa tahapan sebelum lobster bisa disajikan di restoran. Salah satunya jalur distribusi yang rumit. Setelah para nelayan berhasil menangkap lobster dari lautan dan perairan, mereka harus memastikan bahwa lobster itu dalam keadaan hidup.

Jika lobster dikirim dalam keadaan mati, pastinya tekstur daging dan rasanya sudah tidak terlalu segar bahkan tidak enak. Untuk itu lobster dikirim dari negara ke negara lainnya menggunakan jasa ekspedisi yang tak murah.

Lobster harus disimpan di dalam suhu yang dingin dan lembab. Karenanya hampir semua lobster dikirim menggunakan kantung es, lengkap dengan rumput laut untuk menjaga kelembaban.

Baca Juga: Kebijakan-kebijakan Kontroversional Edhy Prabowo yang Ditangkap KPK

3. Biaya pengiriman yang tinggi

Selain proses distribusi yang rumit, biaya pengiriman lobster juga sangat tinggi sehingga membuat seafood yang satu ini semakin mahal. Seperti di Amerika contohnya, kebanyakan lobster berasal dari kota Maine. Untuk dikirim ke restoran-restoran di New York, biaya pengiriman untuk satu buah lobster sekitar (Rp 566.000).

Sementara menurut data yang dihimpun dari Databoks, di wilayah Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama sebagai pengekspor lobster ke Singapura. Kisaran harga satu buah lobster jenis spiny di Singapura, yang dikirim dari Indonesia berkisar di angka 39 SGD (Rp 412.000) per 500 gram.

4. Cita rasa mewah

Benih Lobster dan Harga Lobster Mahal, Ini 5 PenyebabnyaBenih Lobster dan Harga Lobster Mahal, Ini 5 Penyebabnya Foto: Getty Images/iStockphoto/onepony

Selain proses penangkapan yang sulit dan distribusinya yang rumit. Tapi penggemar lobster masih tinggi di pasaran. Tak hanya di luar negeri saja, lobster juga digemari di Indonesia.

Banyak orang yang rela membayar harga mahal untuk menyantap lobster. Bahkan ada yang berani membayar harga tinggi lewat jasa pengiriman, agar lobster yang mereka beli masih dalam keadaan segar atau hidup.

Salah satu keunikan lobster terletak pada rasa dagingnya yang lebih manis dan tebal. Kemudian teksturnya lebih lembut dari udang dan tidak alot seperti karet.

5. Kisaran harga lobster lokal

Selain Singapura, lobster Indonesia banyak diekspor ke berbagai negara di Asia. Seperti China, Taiwan, Hong Kong sampai Malaysia.

Di Indonesia sendiri, kisaran harga lobster cukup beragam sesuai beratnya. Misalnya lobster mutiara, kisaran harganya kini sudah mencapai Rp 1 juta per kg. Sementara untuk lobster batik harganya berkisar Rp 800 ribu per kg.

Banyak juga lobster yang dijual lewat toko online. Kisaran harga lobster di toko online mulai dari Rp 205 ribu per 200 gram. Ada juga yang menjual lobster bambu per ekor seharga Rp 1,5 juta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00