Asesmen Nasional Hanya Diikuti Siswa Kelas-kelas Ini

KBRN, Jakarta: Asesmen Nasional (AN) yang rencananya akan dilakukan pada September dan Oktober 2021 mendatang, hanya akan diikui oleh siswa di kelas 5, 8 dan 11 guna mengukur mutu satuan pendidikan.

"Dan itu hanya sampel saja. Jadi fungsinya hanya sebagai representasi dari sekolah," kata Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asrijanty pada Talkshow dan Awarding Rangkauan Acara HUT 12 YPA-MDR yang disiarkan daring, Selasa (26/01/2021).

Sementara untuk samplenya, menurut Asrijanty, akan dipilih secara acak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menentukan itu, bukan pihak sekolah. Hal tersebut untuk memastikan bahwa representasi satuan pendidikan ini terpenuhi dalam asesmen nasional ini.

Asrijanty beralasan, pemilihan kelas 5, 8 dan 11 dalam AN ini agar mereka dapat memperbaiki diri di tahun ajaran mendatang.

“Ini agar nanti perbaikannya juga masih berdampak kepada siswa, juga untuk mengurangi beban kelas 6, 9 dan 12. Jadi kita ambil 5, 8 dan 11. Mereka juga sudah memperoleh pembelajaran kira-kira 1 tahun,” ujarnya.

Setelah mendapat peta kelemahan para murid, lanjut Asrijanty, maka sekolah dapat menentukan rumus untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki para peserta didikya. Sehingga harapannya, pendidikan di Indonesia dapat lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Jadi ada pengaruh dari sekolah dilihat, yang kemudian nanti jadi ada perbaikan tindak lanjut, mudah-mudahan ini masih berpengaruh pada kelas yang bersangkutan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pelaksaan Asesmen Nasional (AN) nantinya akan jauh berbeda dengan Ujian Nasional (UN). AN sendiri rencananya hanya diikuti oleh perwakilan murid atau sampel. Yakni sampel murid jenjang SD minimal berjumlah 30 orang dan SMP/SMA sederajat 45 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00