BPOM: Relawan Vaksin Nusantara alami Penurunan Antibodi

KBRN, Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  menemukan adanya fenomena peningkatan hingga penurunan kadar antibodi dalam tubuh para relawan uji klinis I vaksin Nusantara selain Kejadian yang Tidak Diinginkan (KTD).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, penurunan dan peningkatan kadar antibodi umumnya terjadi setelah 4 minggu penyuntikan dilakukan.

"Terdapat 3 dari 28 subjek (10,71%) yang mengalami peningkatan titer antibodi >4x setelah 4 minggu penyuntikan. Namun, 8 dari 28 subjek (28,57%) mengalami penurunan titer antibodi setelah 4 minggu penyuntikan dibandingkan sebelum penyuntikan," kata Penny dalam pernyatan tertulis BPOM, Rabu (14/4/2021) seperti dikutip dari Kumparan.com.

Penny Kusumastuti Lukito menyebut, setidaknya ada 71 persen relawan uji klinis I vaksin Nusantara mengalami Kejadian  yang Tidak Diinginkan (KTD). 

"Sebanyak 20 dari 28 subjek (71,4%) mengalami Kejadian yang Tidak Diinginkan, meskipun dalam grade 1 dan 2," ujar Penny.

KTD tersebut, kata Penny, terjadi pada seluruh relawan dengan berbagai jenis adjuvant atau kadar vaksin yang diberikan. 

"Seluruh subjek mengalami Kejadian yang Tidak Diinginkan (KTD) pada kelompok vaksin dengan kadar adjuvant 500 mcg dan lebih banyak dibandingkan pada kelompok vaksin dengan kadar adjuvant 250 mcg dan tanpa adjuvant," ucap Penny. (foto: YouTube BPOM)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00