Kebersihan Tangan pada Anak Remaja Buruk

(Ilustrasi)

KBRN, Queensland: Hanya satu dari tiga anak remaja yang mempraktikkan kebersihan tangan dengan benar, menurut sebuah studi global baru yang melibatkan peneliti dari University of Queensland (UQ).

Dr. Yaqoot Fatima dari Institut Penelitian Ilmu Sosial UQ mengatakan ada penekanan baru pada kebersihan tangan yang tepat dengan COVID-19.

"Kami menggunakan data dari Survei Kesehatan Siswa berbasis Sekolah Global dari 92 negara di enam wilayah WHO untuk memeriksa prevalensi dan korelasi praktik kebersihan tangan pada anak remaja di seluruh dunia," kata Dr. Fatima, seperti dikutip dari University of Queensland, Rabu (19/5/2021).

"Hasil kami menyoroti bahwa secara global, para anak remaja mempraktikkan kebersihan tangan yang kurang optimal."

"Remaja yang melaporkan perilaku tidak sehat seperti lebih banyak duduk, merokok, dan mengalami viktimisasi perundungan di sekolah lebih cenderung mempraktikkan kebersihan tangan yang tidak tepat daripada rekan mereka."

"Sebagai perbandingan, dukungan dan ikatan orang tua muncul sebagai faktor kunci yang terkait dengan praktik kebersihan tangan yang memadai pada remaja."

Para peneliti memeriksa 354.422 remaja berusia 13-17 tahun untuk menunjukkan variasi praktik kebersihan tangan di lintas negara.

Dr. Fatima mengatakan bahwa meskipun akses ke sabun dan air menjadi masalah, sekitar 60 persen remaja tidak mempraktikkan kebersihan tangan yang benar bahkan ketika mereka memiliki akses ke air dan sabun.

“Meskipun akses ke fasilitas cuci tangan dan pengetahuan tentang kebersihan tangan penting untuk mempraktikkan kebersihan tangan yang memadai, penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan pengetahuan-perilaku adalah alasan utama praktik kebersihan tangan yang kurang optimal,” kata Dr. Fatima.

“Pencegahan perundungan di sekolah, integrasi sistematis pendidikan kesehatan dan kebersihan dalam kurikulum sekolah, dan inisiatif perubahan perilaku yang dipimpin oleh teman sebaya dapat menjadi strategi untuk mengurangi praktik kebersihan tangan yang tidak tepat pada remaja.

"Peran positif dari dukungan dan ikatan orang tua menunjukkan bahwa intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kebersihan tangan remaja harus fokus pada orang tua sebagai pemangku kepentingan utama dan mengupayakan keterlibatan aktif mereka dalam merancang dan melaksanakan intervensi tersebut."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00