Virus COVID-19 Dapat Menginfeksi Testis

(Ilustrasi)

KBRN, Texas: Para peneliti di University of Texas Medical Branch (UTMB) telah mengamati bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dapat menginfeksi testis hamster yang terinfeksi. 

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Microorganisms ini dapat membantu menjelaskan gejala yang dilaporkan beberapa pria terinfeksi COVID-19 dan memiliki implikasi penting bagi kesehatan pria.

Ketika pandemi berlangsung, dokter terus melaporkan temuan mereka bahwa COVID-19 memengaruhi lebih dari sekadar paru-paru. Beberapa pasien melaporkan nyeri testis dan beberapa laporan menunjukkan penurunan testosteron, hormon kunci yang diproduksi di testis. Otopsi juga menunjukkan gangguan signifikan pada testis pada tingkat sel, termasuk adanya sel kekebalan, seperti dikutip dari  The University of Texas Medical Branch, Minggu (20/6/2021).

“Mengingat besarnya pandemi COVID-19, sangat penting untuk menyelidiki bagaimana penyakit ini dapat berdampak pada testis, dan konsekuensi potensial untuk tingkat keparahan penyakit, kesehatan reproduksi, dan penularan seksual,” kata Dr. Rafael Kroon Campos, pemimpin studi tersebut. penulis dan rekan postdoctoral di laboratorium Dr. Shannan Rossi di UTMB.

Laboratorium Rossi telah mempelajari infeksi virus Zika di testis selama bertahun-tahun dan bertanya-tanya apakah SARS-CoV-2 dapat menyebabkan penyakit serupa. Hamster biasanya digunakan untuk memodelkan COVID-19 pada manusia karena mereka mengembangkan tanda-tanda penyakit yang serupa. Virus terdeteksi di testis semua hamster yang terinfeksi selama minggu pertama tetapi berkurang. Para penulis memperkirakan ini kemungkinan mewakili apa yang dapat terjadi pada pria dengan penyakit COVID-19 ringan hingga sedang.

“Temuan ini adalah langkah pertama untuk memahami bagaimana COVID-19 berdampak pada saluran genital pria dan kesehatan reproduksi pria,” kata Rossi, seorang profesor di Departemen Patologi dan Mikrobiologi & Imunologi. 

"Masih banyak yang harus kami lakukan sebelum kami memiliki gambaran lengkap. Ke depan, kami akan menyelidiki cara-cara untuk menumpulkan dampak ini, termasuk menggunakan antivirus, terapi antibodi, dan vaksin."

Studi di masa depan juga mencakup kondisi pemodelan yang terkait dengan COVID-19 yang parah, seperti kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti obesitas dan diabetes dan varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian, kata penulis penelitian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00