Ini Respons Menkes Soal Desakan Lockdown

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.jpg

KBRN, Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, merespons desakan opsi penerapan lockdown dari sejumlah pemerintah daerah, ahli kesehatan, anggota dewan dan masyarakat sipil guna menekan lonjakan kasus Covid-19.

Menkes menyebut, dalam penanganan Covid-19 yang terpenting adalah pembatasan mobilitas, bukan soal istilah yang dipakai. Baik lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Kata Budi, sejatinya merupakan konsep yang sama, yaitu melakukan pembatasan mobilitas masyarakat.

"Sebenarnya nama PPKM Mikro, nama PSBB, nama lockdown esensinya bukan di nama pembatasannya. Esensinya bagaimana kita bisa mengurangi mobilitas atau pergerakan. Jadi ada yang bilang lockdown, PSBB, PPKM Mikro," kata Budi dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (22/6/2021).

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah memutuskan untuk memperpanjang penerapan PPKM Mikro dengan sejumlah penguatan. PPKM Mikro ini diperpanjang mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

"Nah, sekarang yang sudah diperintahkan Pak Presiden, kita membatasi daerah-daerah merah seperti Jakarta, antara 70-100 persen total kita batasi namanya apa kita memang menggunakan nama PPKM mikro. Intinya kita melakukan pembatasan pergerakan warga secara signifikan supaya laju penularan bisa kita kendalikan," ungkapnya.

Dalam PPKM Mikro ini, Budi menyebut ada sejumlah pengetatan di sejumlah kabupaten/kota yang berada di zona merah Covid-19.

Penguatan PPKM Mikro ini seperti penerapan kebijakan work from home (WFH) 75 persen dan 25 persen sisanya bekerja di kantor bagi daerah zona merah.

Kemudian, pelajaran tatap muka di sekolah dihentikan, tempat ibadah ditutup, dan hajatan masyarakat hanya diperbolehkan 25 persen dari kapasitas.

Selain itu, pada PPKM mikro kali ini, restoran, warung makan, kafe, PKL, dan lapak jajanan, baik yang berdiri sendiri maupun di pasar, pusat perbelanjaan atau mal diperbolehkan makan di tempat dengan maksimal kapasitas 25 persen.

Untuk layanan take away atau bawa pulang lewat pesanan, akan menyesuaikan jam operasional yang dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00