FOKUS: #PPKM MIKRO

Kisah Nining dan Jamu Rempah Tradisional Mba IJ

Nining Susanti, sosok inspiratif dari Jakarta Barat, yang menjadikan pembatasan kegiatan masyarakat saat pandemi sebagai momentum mengembangkan usaha Jamu Rempah Tradisional berbahan dasar jahe serta banyak lagi rempah khas nusantara lainnya menjadi minuman kesehatan guna menjaga imunitas (Yorike Fitri/RRI)

KBRN, Jakarta: Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga turun ke Level 3, ternyata membawa hikmah berbeda bagi pelaku UMKM di kawasan Jakarta Barat.

Ketekunan Nining Susanti, akhirnya berbuah rejeki kala ia dengan sabar terus memproduksi ramuan tradisional rempah khas Indonesia, dimana rempah jahe menjadi salah satu inspirasi awal.

"Kalau untuk jualan dan promosi online saya biasa pakai nama Jamu Rempah Mbak IJ dengan tagline Tradisional Milik Pusaka Indonesia," sebut Nining Susanti saat ditemui RRI.co.id di kediaman sekaligus tempat produksi ramuan tradisional miliknya, Jalan Tanjung Duren, RT018 RW03, Blok A/34, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (23/9/2021).

Bermacam rempah khas Indonesia digunakan Nining untuk membuat jamu tradisional.

Nining Susanti bersama anak dan keluarganya (Yorike Fitri/RRI)

Namun usaha kecil-kecilan ini sebenarnya tidak datang begitu saja, akan tetapi berawal dari pengalaman dirinya ketika mengalami sakit lutut.

"Tiba-tiba saat itu saya buka akun YouTube ustad Zaidul, sampai saya belajar banyak dari situ. Mulai dari rempah kunyit, jahe, kencur, daun rosela, dan banyak lagi seperti lada, ketumbar, kapulaga, cabe jawa, jinten hitam, bunga lawang, kayu manis, kelabet, lada hitam, dan ternyata itu semua berguna untuk kesehatan, termasuk melancarkan peredaran darah," terang Nining melanjutkan.

Setelah mendapatkan beragam pengetahuan, mulailah Nining memikirkan bagaimana cara meramu itu semua menjadi sebuah ramuan kesehatan, minimal untuk penyembuhan penyakit yang dideritanya sendiri.

Dan setelah mendapatkan manfaat, merasakan sendiri khasiat ramuan sederhana tersebut pada dirinya, muncul lagi ide di kepala Nining, bagaimana jika saat wabah Corona dimana semua pembatasan membuat masyarakat harus berada di rumah.

"Otomatis kalau dibatasi pergerakan di luar, kami harus di rumah dan kehilangan rejeki. Namun harus ada solusinya. Jadi saya terpikir akan ramuan yang menyembuhkan saya itu, bagaimana sih caranya membuat itu menjadi ladang rejeki sekaligus ikut memberi solusi menjaga kesehatan tubuh orang lain di kala wabah Corona ini," sambung Nining.

Mulailah dia meracik ramuan tradisional sederhana dengan menambahkan ingredient berupa jeruk nipis, dicampur lemon, sirih, pandan, sereh, dimana semuanya bagus untuk peredaran darah, mual-mual, serta yang terutama adalah untuk kesehatan tubuh, menjaga imunitas.

Sebelumnya, Nining sudah membagikan kisahnya bersama PRO3 melalui siaran langsung beberapa waktu lalu, bagaimana awal dan upaya dia berjuang memajukan usaha ramuan tradisional rempah-rempah miliknya.

Namun kali ini, Nining menyertakan akun YouTube miliknya, dimana di dalam kanal tersebut, Nining bukan hanya memperlihatkan bagaimana ia menjalankan usaha kecilnya semata, akan tetapi cara meramu jamu turut disertakan Nining tanpa ragu-ragu.

"Tidak apa-apa, saya ingin berbagi. Apabila apa yang saya alami dan lakukan menjadi inspirasi bagi orang lain serta bermanfaat, saya ikut senang. Karena berbagi itu indah, berpahala juga," ucapnya sambil tersenyum.

Untuk diketahui, jamu rempah tradisional pusaka Indonesia racikan Nining Susanti, nantinya sudah dikemas dalam botol-botol kecil siap minum (konsumsi).

Dapat dinikmati saat hangat dan dingin pula, pokoknya menurut Nining, jamu tradisional itu tidak ada pembatasan cara konsumsinya.

"Semoga sehat semuanya dan pandemi ini cepat berakhir, Indonesia khususnya Jakarta segera sembuh," tutup Nining. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00