Atasi Kasus Puncak Covid-19, Kontak Tracing Berjalan

Warga mengenakan masker saat melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kemenkes memprediksi puncak penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron akan terjadi pada awal atau pertengahan Februari 2022. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

KBRN, Jakarta: Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 dr Alexander Ginting menyatakan untuk mengatasi kasus tersebut yang terpenting harus melihat kontak tracing.

"Yang penting harus kita lihat kontak tracing terus jalan, uji spesimen testing terus dilaksanakan," kata Alexander kepada Pro3 RRI, Senin (17/1/2022).

Menurutnya, terdapat tujuh daerah yang emlaporkan adanya Covid-19 varian Omicron. 

"Jakarta paling banyak, di luar Jakarta ada di Malang, Bogor, Tangerang Selatan, Bandung, Medan, dan Surabaya," tambahnya. 

Saat ini angka Omicron di pertengahan Januari sudah ada 800-an kasus, transmisi lokal kurang lebih 150-an. 

"Artinya ada kenaikan dalam tempo sebulan, transmisi lokal 24,9 persen bisa melampaui 50 persen, kalau ini terjadi, dia akan melampaui angka imported cases," tukasnya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersiap diri menghadapi potensi puncak kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 di Indonesia, yang diprediksi akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar