FOKUS: #CORONA

Terpapar Covid-19, SMAN 68 Stop Tatap Muka

Adanya peserta didik yang terkonfirmasi Covid-19, membuat SMAN 68 Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, menerapkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin (24/1/2022). Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya penularan lanjutan terhadap guru dan juga peserta didik di kawasan sekolah SMAN 68 Jakarta. Pantauan RRI.co.id, kondisi sekolah sempat terlihat sepi atau tidak ada aktivitas. Hanya petugas keamanan dan guru yang bertugas di Tata Usaha yang masih beraktivitas. (Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Jakarta: Adanya peserta didik yang terkonfirmasi Covid-19, membuat SMAN 68 Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, menerapkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin (24/1/2022). 

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya penularan lanjutan terhadap guru dan juga peserta didik di kawasan sekolah SMAN 68 Jakarta. 

Pantauan RRI.co.id, kondisi sekolah sempat terlihat sepi atau tidak ada aktivitas.

Hanya petugas keamanan dan guru yang bertugas di Tata Usaha yang masih beraktivitas.

Diketahui, SMAN 68 Jakarta sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% sejak 4 Januari 2022 kemarin. 

"Baru hari ini melakukan PJJ. Jadi siswa belajar dari rumah dulu sementara," ungkap salah seorang petugas keamanan SMAN 68 Jakarta Sunarno, saat ditemui RRI.co.id, Senin (24/1/2022). 

Protokol kesehatan pun telah diterapkan sejak gerbang masuk, dimana siswa wajib scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

Dan juga saat para murid ingin masuk ke dalam ruang kelas, mereka kembali diwajibkan scan PeduliLindungi. 

Tempat untuk cuci tangan pun sudah disiapkan pihak sekolah untuk tetap menjaga protokol kesehatan. 

Adanya kasus Covid-19 ini, pihak sekolah pun melakukan penyemprotan desinfektan pagi hari untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. 

Melonjaknya kasus Covid-19 membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen digelar dalam dua sesi.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Sabtu (22/1/2022).

"Ya sampai sekarang, kita masih dalam pertimbangkan terkait PTM 100 persen terbatas itu. Karena di DKI Jakarta masih sesuai dengan SKB empat menteri sangat memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM 100 persen terbatas. Yang mungkin adalah mengubah PTM-nya menjadi dua sesi," ungkap Riza.

Riza mengatakan, semua kemungkinan terkait pelaksanaan dan metode PTM di wilayah DKI Jakarta memang terus berupaya dievaluasi.

Hal ini mengingat angka kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar