FOKUS: #PPKM

Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cegah Perang Tarif

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) akan meningkatkan kegiatan sosial di tengah masyarakat. Selain itu pihaknya akan membuat kebijakan guna mencegah perang tarif antar klinik dokter gigi yang menggunakan strategi marketing umum seperti diskon dan lain-lain. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) akan meningkatkan kegiatan sosial di tengah masyarakat. 

Selain itu pihaknya akan membuat kebijakan guna mencegah perang tarif antar klinik dokter gigi yang menggunakan strategi marketing umum seperti diskon dan lain-lain. 

"Pengurangan tarif yang tak wajar bisa menurunkan kualitas layanan kesehatan gigi bagi masyarakat. Ujung-ujungnya bisa terjadi malpraktik. Ini harus dihindari," kata Ketua Umum PDGI Hananto Seno, melalui keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Jakarta, Rabu (26/1/2022). 

Kemudian pihaknya juga tidak ingin meninggalnya ribuan tenaga kesehatan dengan hampir seratusan dokter gigi ada di dalamnya saat Covid-19 tahun 2020-2021 lalu terulang kembali.

Untuk itu PDGI terus meningkatkan kewaspadaannya, termasuk mencegah adanya varian baru Omicron. 

Walau begitu PDGI tetap waspada.

Salah satu bentuk kewaspadaannya adalah dengan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat dalam kegiatannya. 

"Kami telah mengeluarkan buku  panduan bagi para dokter gigi di seluruh Indonesia. Termasuk versi digital agar mudah di-download. Kalau itu diterapkan, Insya Allah mampu meminimalisir penularan apapun jenis virusnya," jelas Seno.

Kemudian, Dokter yang pernah bertugas di medan perang Bosnia Herzegovina pada 1995-1996 silam tersebut menjelaskan, persiapan kongres pasti dengan protokol kesehatan ketat di antaranya setiap peserta sudah diharuskan vaksin yang ketiga dan menjalani swab hasil negatif serta memiliki Aplikasi PeduliLindungi. 

"Selain itu para peserta kongres dari luar daerah, wajib dilakukan screening terlebih dahulu sebelum mengikuti kongres. dan tetap menggunakan masker jenis KN95, menjaga jarak dan lain-lain," ungkap Seno. 

Ia berharap, di akhir periode kepemimpinannya, dapat meninggalkan sesuatu yang bernilai bagi PDGI dan bangsa. 

"Salah satunya memperkuat keilmuan para dokter gigi, terutama dibidang komunikasi dan mediasi. Ini penting dipelajari agar bisa komunikasi baik dengan pasien dan bisa bermediasi ketika menghadapi masalah ketidakpuasan pasien," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar