Berpikir Dapat Membuat Mental Lelah, Peneliti Temukan Penjelasannya

Ilustrasi seseorang sedang duduk termenung. (Foto: Unsplash)

KBRN, Paris: Tidaklah mengherankan kerja fisik berat membuat Anda lelah, tetapi bagaimana duduk sambil berpikir keras berjam-jam membuat kelelahan?  Sekarang, para peneliti memiliki bukti baru yang menjelaskan mengapa hal ini terjadi.

Rasa lelah ini berbeda dari mengantuk menurut temuan peneliti. Studi, yang diterbitkan Current Biology, menunjukkan alasan kelelahan mental itu karena berpikir intens tidaklah selalu ada di kepala Anda.

Saat berpikir intens hingga berjam-jam, itu menyebabkan produk sampingan berpotensi beracun menumpuk di bagian otak korteks prefrontal. Ini mengubah kendali Anda dalam memilih keputusan.

Perubahan itu membuat Anda beralih memilih ke tindakan gampang yang tidak memerlukan usaha. Atau, Anda menunggu saat kelelahan berpikir terjadi, menurut penjelasan para peneliti.

"Teori-teori dominan menyatakan bahwa kelelahan adalah semacam ilusi yang dibuat oleh otak untuk membuat kita menghentikan apa pun yang kita lakukan dan beralih ke aktivitas yang lebih memuaskan," kata Mathias Pessiglione dari Pitié-Salpêtrière University di Paris, Prancis. 

"Tetapi temuan kami menunjukkan bahwa kerja kognitif (berpikir) menghasilkan perubahan fungsional yang sebenarnya: akumulasi zat berbahaya. Jadi kelelahan memang akan menjadi sinyal yang membuat kita berhenti bekerja tetapi untuk tujuan yang berbeda: untuk menjaga integritas fungsi otak," katanya lagi, seperti dikutip dari Science Daily, Sabtu (13/8/2022).

Jadi, adakah cara mengatasi keterbatasan kemampuan otak kita untuk berpikir keras?

"Tidak juga, saya rasa," kata Pessiglione. "Saya akan menggunakan resep lama yang bagus: istirahat dan tidur! Ada bukti bagus bahwa glutamat (asam amino nonesensial, red.) dihilangkan dari sinapsis selama tidur."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar