Penataan Ulang Arsitektur Kesehatan Penting Dilakukan

Ilustrasi Virus Covid-19 (Foto: Dokumentasi Antara)

KBRN, Jakarta: Perhelatan G20 di Bali pada November 2022 akan membahas pentingnya penataan ulang arsitektur kesehatan. Hal itu disampaikan Koordinator Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi. 

Menurut dia, ada tiga program yang akan menjadi fokus pembahasan. Pertama, membangun sistem keamanan dan kesehatan global. 

"Kemudian mengharmonisasi protokol kesehatan global," kata Imran pada diskusi dengan RRI PRO 3, Minggu (14/8/2022). Terakhir, memperluas pusat manufaktur serta penelitian global dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi pandemi. 

Lebih jauh dia menyampaikan bahwa tataran antar lembaga perlu dikoordinasikan untuk persoalan kesehatan. Baik di tingkat internasional maupun nasional  

Menurut Imran, untuk membangun sistem keamanan dan kesehatan global diperlukan pendanaan dan sumber daya manusia yang berkualitas. 

"Intinya adalah bagaimana satu negara kalau terjadi pandemi sudah siap dengan sumber daya manusia dan pendanaannya," ujarnya. 

Selanjutnya Imran mengatakan harmonisasi standar protokol kesehatan global perlu dirancang bila pandemi telah berakhir. Ini karena hal tersebut menyangkut soal kesepakatan bersama. 

Misalnya, soal persyaratan sertifikat vaksinasi di masing-masing negara. "Ide kami bagaimana agar sertifikat vaksin dari satu negara bisa diidentifikasi atau disepakati oleh negara lain," katanya. 

Terakhir, ucap Imran, pentingnya dilakukan pemerataan produksi alat kesehatan seperti vaksin. Sehingga, tidak timbul monopoli negara maju dalam soal vaksin. 

"Negara berkembang di Asia dan Afrika harus bisa membuat pabrik peralatan kesehatan," ujarnya. Jadi, lanjut Imran, bukan menjadi monopoli negara maju saja.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar