Tembus Sejuta Kasus, Waspadai Gejala Parah Covid-19

KBRN, Jakarta: Baru-baru ini Satgas Covid-19 telah menyatakan jika jumlah kasus Covid-19 di tanah air melebihi angka sejuta. Saat ini penyebaran virus mematikan tersebut diduga tidak hanya terjadi di tempat umum, atau perkantoran tetapi kluster keluarga juga semakin bertambah. 

Hal tersebut dikarenakan banyak gejala umum yang tidak diketahui di dalam sebuah lingkungan keluarga maupun kluster umum. Biasanya banyak orang menyepelekan suhu tubuh yang tinggi maupun batuk dan flu, hal tersebut dikarenakan banyak orang lebih percaya dengan semua obat tradisional tanpa tahu gejala lebih parahnya ke dokter.

Orang dengan gejala semacam itu perlu mengisolasi diri, meskipun belum melakukan tes Covid-19. Karena, jika tidak melakukan hal itu, dapat saja ia yang menularkan atau dirinya yang akan tertular ketika imun badannya sedang tidak baik.

Maka dari itu, sebaiknya kita lebih mengetahui apa saja gejala yang ditimbulkan ketika kita terserang Covid-19. Malelui penelitian termuka di Inggris, yakni Zoe Covid Symptom Study yang bekerja dengan ahli epidemiologi King's College London menyusun daftar gejala yang perlu diwaspadai. 

Dari daftar hasil penelitian mereka, gejala yang sering dilaporkan antara lain sakit kepala, kelelahan, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, diare, ruam kulit dan kebingungan, serta delirium pada orang tua. 

Bahkan para ahli lain juga mengawasi 'Covid tongue', yaitu gejala kemerahan, bengkak, atau bisul pada mulut. 

Sementara beberapa dari mereka mengidentifikasi klaster dengan kasus penyakit ringan dan parah. Hampir setengah dari pasien di klaster paling parah membutuhkan dukungan rumah sakit, berikut ulasan gejala yang harus di waspadai:

1. Flu tanpa demam 

Gejalanya berupa sakit kepala, penciuman, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, dan tidak demam. 

2. flu disertai demam 

Gejalanya berupa sakit kepala, penciuman, batuk, sakit tenggorokan, suara serak, demam, dan kehilangan nafsu makan. 

3. Gastrointestinal 

Gastrointestinal ialah muntah dan diare akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan, terutama lambung. Gejalanya ditandai dengan sakit kepala, bau badan, nafsu makan hilang, diare, sakit tenggorokan, nyeri dada, dan tidak ada batuk. 

4.  Gejala berat level 1, kelelahan 

Ditandai dengan sakit kepala, penciuman, batuk, demam, suara serak, nyeri dada, dan kelelahan. 

5. Gejala berat level 2, kebingungan 

Ditandai dengan sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, dan nyeri otot. 

6. Gejala berat level 3, perut dan pernapasan 

Ditandai dengan sakit kepala, kehilangan penciuman, nafsu makan hilang, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot, sesak nafas, diare, dan sakit perut.

Foto: Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00