FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kenali Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

(berdiri baju putih) Kepala Bidang Pengadaan Darah, PMI DKI Jakarta, dr. Dian saat Meninjau Ruangan Donor Plasma Konvalesen di Kantor PMI DKI Jakarta (Dok RRI/Josua Sihombing)

KBRN, Jakarta: Tren donor plasma darah Konvalesen dalam menangani pandemi Covid-19 belakangan ini kian meningkat.

Tapi tahukah anda apa itu plasma darah Konvalesen?

Plasma darah Konvalensen adalah sebuah bagian yang terkandung di dalam darah penyintas Covid, yang diambil dan ditransfusikan ke pasien lain yang masih terjangkit virus Corona.

"Jadi donor darah plasma Konvalensen adalah donor darah dari penyintas Covid yang telah sembuh, kemudian mendonorkan plasmanya untuk diberikan kepada pasien-pasien yang masih terpapar Covid-19," kata Kepala Bidang Pengadaan Darah, Palang Merah Indonesia (PMI), dr. Dian, saat ditemui di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021).

BACA JUGA: Satgas Covid-19: Kasus Aktif Masih Terus Naik

"Para penyintas Covid-19 ini kan ketika sudah sembuh berarti di dalam tubuhnya (telah) terbentuk antibodi. Nah, antibodi inilah yang nantinya kita ambil untuk bisa diberikan kepada pasien Covid-19," tambahnya lagi.

Akan tetapi dalam pendonoran plasma Konvalesen itu, sambung Dian, tidak sembarang penyintas Covid-19, dapat mendonorkan plasma darahnya.

Penyintas yang akan donor plasma Konvalesen harus dipastikan memiliki hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif selama dua kali berturut-turut, serta hasil pemeriksaan plasma darah Konvalesen dengan kandungan 'Titer' antibodi yang mencapai 1per80.

BACA JUGA: Jika Lockdown, Pemerintah Perlu Kucurkan Rp15.764 Triliun

"Kita ada standar 'Titer' antibodi sendiri yang bisa kita pakai untuk mendonor. Misalnya yang kita pakai saat ini 'Titer' antibodinya 1/80. Jadi dengan 'Titer' 1/80 itu dianggap kuat untuk bisa diberikan kepada pasien," imbuhnya.

Bahkan tak hanya itu, untuk melakukan donor plasma darah Konvalesen, penyintas Covid-19 juga diwajibkan memiliki berat badan minimal 50Kg serta dengan rentang batas usia tertinggi yakni 60 tahun.

"Kemudian usianya 17 hingga 60 tahun, dengan berat badan minimun 50Kg," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00