FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Terapi Plasma Konvalesen Harus Diberikan Sedini Mungkin

Sudah sembuh dari Covid-19? Ayo donor plasma konvalesen guna mengentaskan pandemi Corona dari Indonesia (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Pemerintah masih terus menggencarkan terapi plasma konvalesen untuk meringankan penderita Covid-19. 

Deputi Bidang Penelitian dan Translasional Lembaga Eijkman David Handojo Muljono mengatakan, pemberian plasma konvalesen kepada pasien penderita COVID-19 harus sedini mungkin dan tidak menunggu saat pasien sudah mengalami gejala berat atau kritis.

"Timing ini penting artinya, harus dini dalam arti waktu dan dini dalam arti penyakit. Penyakitnya jangan tunggu terlambat, tetapi sedang yang mengarah ke berat itu seharusnya diberikan sehingga khasiat yang diinginkan dari plasma itu berguna betul," ujar David dalam dialog Perkembangan Penggunaan Plasma Konvalesen Dalam Pengobatan COVID-19 secara virtual di Jakarta, seperti diikuti rri.co.id, Senin (1/3/2021). 

"Yaitu antivirusnya dan juga regulator sistem imunnya," lanjut David. 

Menurut David, seseorang yang sedang terpapar COVID-19, sistem kekebalan imun di tubuhnya dalam keadaan tidak stabil.

BACA JUGA: 1 Maret: Jakarta 2.058 Positif Covid-19

Jadi, apabila pemberian plasma konvalesennya tepat waktu, selain virusnya bisa dihilangkan dengan cepat imunnya juga bisa dinormalkan kembali.

"Jadi khasiatnya dua yaitu antivirus karena dia memiliki antibodi netralisasi dan kedua adalah menormalkan kembali sistem imun. Jadi mempercepat penyembuhan dan mencegah keparahan," kata dia.

Berbeda jika diberikan kepada pasien yang tengah mengalami gejala berat, imun dan antivirus di dalam plasma konvalesen tidak akan berjalan efektif.

Pasalnya kerusakan organ sudah terjadi dan virus yang ada di dalam tubuh sudah sedikit.

BACA JUGA: Usai Sembuh, Doni Monardo Donor Plasma Konvalesen

"Jadi kalau diberikan kepada kasus yang sudah berat memang ini kerusakan organ sudah terjadi. Perjalanan penyakit, pertama kali virusnya banyak kalau tubuh tak bisa membersihkan maka keluar radang, dan radang itu yang merusak," katanya.

Selain itu, David menyebut yang perlu diperhatikan saat akan mendonor plasma konvalesen adalah melihat kadar antibodi. 

"Eijkman masih mengembangkan metode mengukur kadar antibodi plasma konvalesen," sebut David. 

Kendati demikian, donor plasma konvalesen terbaik berasal dari penyintas kategori sedang hingga berat dan diperuntukkan kepada pasien kategori ringan menuju sedang.

"Penting ini untuk penyedia plasma seperti PMI atau rumah sakit lain yang sudah divalidasi. Tahu kadarnya (antibodi) berapa, sehingga bisa dengan tepat kita menolong pasien COVID-19 itu," jelasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00