Opak Sili, Produk Olahan Singkong yang Legendaris

KBRN, Demak: Aneka jenis olahan dari singkong sering menjadi kuliner tradisional yang melegenda. Salah satunya adalah keripik opak, panganan khas  desa Candisari, Kecamatan Mranggen, Demak.

Berbeda dengan olahan lainnya yang berbahan dasar singkong, opak memiliki keunikan dan bahkan menjadi identitas desa Candisari dengan banyaknya sentra industri rumahan yang memproduksi opak, tepatnya di dusun Sili. Tak ayal panganan ini dikenal dengan istilah opak Sili.

Konon, desa Candisari dulunya banyak masyarakatnya yang membudidayakan singkong hingga stoknya melimpah. Warga pun berinisiatif untuk mengolah menjadi aneka olahan. 

Di dusun Sili hampir seluruh warganya memproduksi opak. Tak heran, banyak dijumpai pelataran rumah warga yang menjemur adonan opak yang masih basah. 

Siti Khotimah salah satu pelaku UMKM yang memproduksi opak mengaku usaha pembuatan pangananan dengan bahan dasar singkong ini telah menjadi usaha turun temurun yang di warisi dari sang mertua. 

"Sudah lama menekuni usaha ini, soalnya memang turun temurun dari ibu mertua kan kebetulan saya bukan asli warga sini. Kalau di sini memang hampir semua warga memproduksi opak," jelasnya ketika ditemui RRI, Minggu, (20/6/2021)

Dalam hal produksi, menurutnya dari dulu tak pernah mengalami perubahan, hanya adonan singkong yang digiling secara manual setelah itu di jemur di bawah terik sinar matahari hingga kering untuk kemudian memasuki tahap penggorengan.

Kendati demikian, hingga kini opak sili masih menjadi panganan yang tetap eksis dan memiliki penikmatnya tersendiri. 

"Tiap harinya mampu memproduksi 10 sampai 20 kg tergantung pesananan, dan itupun juga tergantung kondisi cuaca.  Kan kita jualnya ke pasar sama ke toko langganan," terangnya

Meski pandemi covid-19 mengganggu stabilitas perekonomian, menurut Siti omzetnya masih stabil dan tidak terpengaruh. Disinggung mengenai pemasaran secara online, dirinya mengaku masih belum mencoba lantaran masih memenuhi permintaan pasar.

Tetapi, ke depannya Siti mencoba merambah promosi melalui media sosial untuk menggaet target pasar dan melebarkan pangsa pasar hingga ke luar kota.

"Harganya sendiri pun bervariasi dan biasanya kita jualnya kan sudah siap konsumi, memang kadang ada pesanan opak basah. Untuk yang kering jualnya Rp8 ribu per bungkus dan Rp20 ribu per kilogram. Saat ini masih belum promosi online, tapi kedepan tetap mencoba biar bisa punya pelanggan dari luar kota," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00