Dituduh Tidak Islami, Ini Sejarah Kue Klepon

Kue Klepon (Foto: Pinterest)

KBRN, Jakarta: Viral di media sosial kue klepon ditulis sebagai makanan yang tidak islami, sampai saat ini Kelpon masih menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial.

Dalam unggahan viral itu nampak foto kue klepon lalu dibubuhkan caption atau keterangan "Kue klepon tidak islami". 

"Yuk tinggalkan jajanan tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami," begitu tulisan yang dikutip oleh RRI di Twitter pada Rabu (22/7/2020).

Lalu, menurut anda apa ya kira-kira salah dari Kue Klepon sampai dituduh tidak islami? Bagaimana sejarah kue klepon sendiri, berikut ulasannya:

Kue Klepon di Indonesia

Klepon atau kelepon adalah sejenis makanan tradisional atau kue tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajanan pasar. 

Makanan enak yang legit ini terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih. 

Siapa yang tidak doyan Klepon? Klepon sendiri disajikan dengan parutan kelapa. Biasanya klepon diletakkan di dalam wadah yang terbuat dari daun pisang.

Di Sumatra, Sulawesi, dan di Malaysia, klepon disebut "onde-onde", sedangkan di Jawa dan bagian lain di Indonesia penganan yang disebut onde-onde adalah bola tepung beras berisi adonan kacang hijau yang dibaluri biji wijen. 

Perbedaan penyebutan antara di Jawa dan Sumatra-Malaysia ini sering kali menjadi penyebab kekeliruan dan kerancuan dalam mengartikan onde-onde. 

Klepon biasa dijajakan dengan getuk dan cenil ataujuga disebut cetil sebagai camilan di pagi atau sore hari. 

Warna klepon biasanya putih atau hijau tergantung selera. Untuk klepon dengan warna hijau, perlu ditambahkan bahan pewarna dari daun suji atau daun pandan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00