Sudah Tajir, 'Hobi Ngeruk', Ternyata Gara-gara Ini

KBRN, Jakarta: Dua tokoh yang baru saja menyematkan dirinya sebagai menteri koruptor ternyata merupakan orang yang sangat tajir.

Lalu, apa yang menyebabkan, keduanya masih mau melakukan praktik korupsi, dan untuk apalagi tujuan menumpuk kekayaan? Mengingat keduanya berlatar belakang partai, berat dugaan, selain memperkaya diri, praktik itu dilakukan untuk menghidupi partai.

BACA JUGA: Kocak, Sebelum Menyerahkan Diri, Juliari Monitor Perkara

"Tidak dapat dipungkiri, bahwa proses politik di Indonesia berbiaya tinggi dan berkontribusi pada maraknya praktik perburuan rente hingga korupsi," kata Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Indonesia (UI), Dr. Ade Reza Hariyadi saat berbicara dengan RRI.co.id, Senin (7/12/2020).

Meski demikian, tambah Ade Reza, praktik yang dilakukan itu apakah bersifat individual atau institusional memang perlu memastikan lagi.

"Namun, perlu dibuktikan lebih jauh apakah tindakan tersebut bersifat individual atau bersifat institusional?" katanya.

BACA JUGA: Mensos Tersangka, Sekjen Curhat Hampir 9 Bulan

"Mengingat hampir seluruh kejahatan korupsi biasanya dilokalisir menjadi kejahatan yang bersifat individual, meski sudah jadi rahasia umum jika setiap parpol berkepentingan untuk menjadikan pos kekuasaan yang dikendalikannya sebagai akses untuk logistik politik," sambung Ade.

Selanjutnya :

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00