Museum Rumah Bundar, Koleksi Peninggalan Sejarah

KBRN, Samarinda: Berkunjung ke Kota Tarakan di Kalimantan Utara tidak lengkap jika belum berkunjung ke Museum Rumah Bundar yang di bangun sejak 1930-an. 

Museum ini merupakan objek wisata bersejarah yang menyimpan berbagai koleksi lampau yang kaya akan nilai sejarah, membuat objek wisata ini dijadikan tempat edukasi sejarah bagi setiap orang yang mengunjunginya. 

Para wisatawan akan disuguhkan benda koleksi seperti senjata, peluru, pedang samurai, baling baling pesawat tempur, sepatu para penjajah, hingga helm tentara sekutu. 

Bangunan peninggalan Belanda itu disebut rumah bundar karena atapnya seperti bulatan drum yang dipotong rata di tengahnya. 

Rumah seluas 6 x 12 itu kemudian difungsikan pada tahun 1945 oleh tentara Sekutu sebagai pusat kegiatan untuk memperbaiki lingkungan di Tarakan yang rusak berat akibat perang dunia ke-2 saat melumpuhkan Tentara Jepang.

Museum Rumah Bundar menyimpan percikan kronologis sejarah peperangan PD II. Hal ini dikarenakan, Kota Tarakan  merupakan tempat pertama persinggahan tentara Jepang pada tahun 1947.

Memasuki ruang museum, kita akan disambut dengan beberapa patung Bekantan terbuat dari kayu gaharu yang merupakan salah satu kekayaan hayati khas Kalimantan. 

Di belakangnya ada beberapa potret reptil hutan khas Borneo seperti biawak air, kadal, katak pohon bergaris, luwing, katak Sabah Borneo, katak Bangkong sungai, dan lain sebagainya.

Objek wisata ini berlokasi di Kampung Beru, Jalan Danau Jempang, Pamusian, Tarakan Tengah, Kalimantan Utara. Lokasi tersebut dapat ditempuh sekitar 15 menit dari arah Bandara Juwata Tarakan. 

Wisatawan yang melakukan kunjungan ke wisata sejarah ini, dapat melihat beberapa peninggalan benda bersejarah tinggalan Belanda dan Jepang. Benda benda tersebut masih terawat dengan  baik dan tidak banyak kerusakan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00