FOKUS: #PPKM

Bali Dinyatakan Siap Menyambut Wisatawan dari Australia

Dokumentasi - Wisatawan mancanegara tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (7/3/2022). Pemerintah Provinsi Bali mulai menerapkan kebijakan tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Pulau Dewata dan menerapkan layanan Visa on Arrival (VOA) bagi PPLN khusus yang datang dari 23 negara yang berlaku pada Senin (7/3). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

KBRN, Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, Indonesia siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) khususnya dari Australia ke Bali seiring pembukaan kembali secara bertahap pembatasan di tanah air dengan dunia internasional.

Meski demikian, menurutnya, Indonesia juga akan menjelaskan kebijakan-kebijakan yang mendukung pembukaan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) tersebut kepada dunia Internasional.

"Khususnya Australia, bahwa kebijakan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan dan kesehatan wisatawan,” kata Sandiaga saat bertemu Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Penny Williams, Selasa (5/4/2022).

Diketahui, Indonesia telah membuka perbatasan internasional sejak 8 Maret 2022 dan Australia menjadi salah satu dari 42 negara yang masuk ke dalam daftar penerima kebijakan Visa on Arrival/VoA (Visa Kunjungan saat Kedatangan) ke Bali.

Hingga saat ini, Indonesia disebut terus berupaya mengendalikan penyebaran Covid-19, sehingga wisman dapat merasa aman dan yakin untuk berkunjung.

Menurut Williams, masyarakat Australia sudah tidak sabar untuk kembali mengunjungi Indonesia, terutama Bali.

"Selain itu, di Australia juga banyak Warga Negara Indonesia (WNI). Baik pelajar di universitas, maupun para pekerja. Sehingga, pembukaan kembali pembatasan Indonesia dan Australia ini menjadi angin segar bagi para WNI yang tinggal di Australia," paparnya.

Ia juga berharap, Indonesia dan Australia dapat memperkuat kerja sama di berbagai bidang, terutama sektor ekonomi.

"Jadi kami siap berkolaborasi sehubungan dengan penguatan kerja sama,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sandiaga telah menyampaikan bahwa pasar Australia paling berpotensi untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia, khususnya Bali.

Dalam hal ini, Menparekraf berencana akan mengunjungi dua kota di Australia, yakni Melbourne dan Sydney, antara lain dalam mempersiapkan para wisatawan di sana untuk masuk Indonesia.

“Wisatawan dari Australia yang sudah menganggap Bali sebagai second home (rumah kedua),” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar