Protokol Keselamatan Wisata Pertama Hadir di Indonesia

Wisata Labuan Bajo (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar kegiatan pelaksanaan simulasi protokol keamanan dan keselamatan (safety and security protocol) yang mana nanti pelaksanaannya ini adalah keterpaduan sinergisitas antara seluruh stakeholder pariwisata yang terkait, pada Kamis (12/11/2020).

Penerapan protokol melakukan simulasi protokol keamanan dan keselamatan pada tiga skenario yaitu terkena serangan jantung, kapal tenggelam, dan kebencanaan seperti gempa bumi yang berpotensi tsunami.

Staf Khusus Menparekraf Bidang Keamanan Kemenparekraf RI, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan dalam simulasi nanti standar yang dilakukan, di setiap kawasan wisata, untuk menjaga seluruh wisatawan yang ada dengan pembangunan satu lokasi pos pengamanan terpadu yang didirikan dan diisikan oleh seluruh stakeholder keamanan dan keselamatan.

Dalam pos, itu nanti ada yang berdinas sebagai bidang kepolisian dalam hal keamanan, kemudian Basarnas ada Dinas Kesehatan, serta pemadam kebakaran.

“Kita akan membangun seperti itu memang bertahap pelaksanaannya Labuan Bajo ini akan kita jadikan pilot project, dari pilot project ini kita akan kembangkan kepada seluruh seluruh kawasan wisata mungkin nanti pos pengamanan terpadu yaitu disesuaikan dengan kawasan wisatanya,” tuturnya kepada RRI, Sabtu (31/10/2020).

Adi mengungkapkan, protokol tersebut juga dilengkapi dengan fitur digital keamanan dengan meluncurkan sebuah aplikasi untuk meningkatkan protokol keamanan dan keselamatan tersebut. Aplikasi Indonesia Care (Panic Button), akan membantu setiap pengunjung untuk mendapatkan pertolongan lebih cepat dengan menekan tombol panik atau panic button yang tersedia dalam aplikasi tersebut.

Kendala sinyal yang menjadi kemungkinan kendala dalam penerapan aplikasi tersebut juga akan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) supaya jaringan maupun sinyal tidak menjadi halangan bagi para wisatawan yang mungkin susah mendapat sinyal di titik destinasi wisata tertentu.

“Memang saat ini kita sedang membangun diawal tentu kita siapkan dulu di Labuan Bajo nanti kita bangunkan lagi, terus di seluruh Indonesia kita membangun seluruh pengamanan terpadu dan aplikasi panic button tersebut. KIta komunikasi dengan kementerian kominfo yang akan membangun BTS-BTS di seluruh destinasi wisata,” tandas Adi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00