Ambisi Kandidat Emas Olimpiade

(ANTARA)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Wajah-wajah pebalap top dunia yang baru saja berlomba di Grand Tour de France minggu lalu siap-siap berlaga di Olimpiade Tokyo sebentar lagi. Primoz Roglic asal Slovenia, runner up Tour de France (TdF) 2020 di belakang Tadej Pogacar (juga Slovenia) sengaja mundur dari TdF 2021 setelah hanya berlaga delapan etape.

Roglic  sempat terlibat kecelakaan pada etape 3 dan merasakan kondisinya tak mungkin dipaksakan melanjutkan lomba 21 etape TdF. Akan halnya jagoan sprint dan mantan juara umum TdF, Peter Sagan juga cidera akibat kecelakaan. Ia masih memaksakan bertahan meski menerima kenyataan pahit, belum pernah menang satu etape pun di TdF 2021 kemarin. Akhirnya Sagan juga memilih mundur untuk siapkan diri menuju Olimpiade Tokyo. Tetapi itupun terkubur karena namanya dicoret. Sungguh 2021 tahun sedih bagi Peter Sagan.

TdF 2021 sendiri sempat dimajukan gelarannya, agar  tidak bertabrakan dengan olimpiade Tokyo yang sudah mundur satu tahun. Ini untuk memberi kesempatan para pebalap top meramaikan ajang ‘open road race’ olimpiade yang hanya digelar satu etape. Selain nomor jalan raya, mereka juga diharapkan beradu cepat di Individual Time Trial .

Beruntunglah para kampiun grand tour ini, karena Olimpiade membuka lebar para pebalap profesional berlomba di sini. Bandingkan dengan beberapa cabang olahraga lainnya yang masih tetap berstatus amatir penuh bagi atletnya, misalnya tinju, panahan, senam, dll. Di cabang balap sepeda ini tentu para pebalap membawa bendera negaranya, bukan klub.

130 Pebalap Terpilih

Union Cycliste Internationale (UCI) telah mengumumkan daftar negara peserta cabang olahraga balap sepeda nomor road race di Olimpiade 2020 di Tokyo. Sebanyak 130 pembalap putra, dan 67 rider putri akan bertarung nomor road race.

Tim nasional Belgia, Kolombia, Prancis, Italia, dan Belanda mendapatkan kuota terbanyak untuk kategori putra dengan masing-masing lima pembalap. Australia, Denmark, Jerman, Norwegia, Slovenia, Swiss, dan Britania Raya, memperoleh jatah empat pembalap.

Negara dengan kuota tiga pembalap per tim di antaranya adalah Austria, Kanada, Republik Ceko, Kazakhstan, Polandia, Afrika Selatan, dan Rusia. Sisanya mendapat jatah satu hingga dua nama pebalap per negara.

Cabang balap sepeda di Olimpiade 2020 akan dilangsungkan mulai 24 Juli hingga 9 Agustus. Nomor yang dilombakan selain road race ada time trial dan BMX. Nomor road race (elite men) putra akan diadakan pada 25 Juli 2020. Start dari Taman Musashinonomori, finis di Fuji International Speedway.

Rutenya sepanjang 234 kilometer diprediksi akan menguntungkan para climber. Ada empat tanjakan, di antaranya adalah Donushi Road , Kagosaka Pass, dan lereng luar Gunung Fuji. Total panjang tanjakannya 4.865 meter. Rute ini sangat berbeda dengan kebiasaan olimpiade sebelumnya yang menggelar etape di bawah 200 km dan sebagian besar jalan datar.

Rute di Jepang ini diperkirakanakan  cocok untuk pembalap penjelajah Grand Tour semacam Egan Bernal (Kolombia), Thibaut Pinot (Prancis), dan Vincenzo Nibali (Italia). Hanya saja belum dipastikan apakah nama-nama ini terpilih untuk membela negara masing-masing.

Sementara, nomor road race putri akan diikuti 67 pembalap. Negara-negara seperti Australia, Jerman, Italia, Belanda, dan Amerika Serikat memiliki jatah kuota terbanyak dengan empat atlet. Belgia adalah satu-satunya negara yang mengamankan tiga pebalap.

Negara lain mengamankan dua pembalap per tim seperti Kanada, Denmark, Spanyol, Inggris, Jepang, Norwegia, Polandia, dan Afrika Selatan. Sedangkan negara sisanya berhak atas satu tempat di Olimpiade nanti.

Balapan elite women , menurut mainsepeda.com akan diadakan 26 Juli 2020. Panjang rutenya 137 kilometer dari Taman Musashinonomori menuju Fuji International Speedway. Mereka akan melewati tanjakan di Donushi Road dan Kagosaka Pass, dengan panjang pendakian 2.692 meter.

Greg van Avermaet (Belgia) adalah adalah juara bertahan elite men setelah memenangkan medali emas di Olimpiade 2016 di Rio, Brasil. Sedangkan Anna van der Breggen (Belanda) adalah juara bertahan kategori elite women. (*)

Sementara itu, setiap negara hanya berhak menurunkan maksimal dua pembalap di nomor Individual Time Trial (ITT) yang dihelat 29 Juli 2020. Panjang rute untuk ITT putra adalah 44.2 kilometer. Sedangkan medan ITT putri sepanjang 22.1 kilometer.

Negara yang berhak menurunkan kuota maksimum untuk ITT putra adalah Australia, Belgia, Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, Selandia Baru, Polandia, Swiss, dan Amerika Serikat. Rohan Dennis (Australia), dan Tom Dumoulin (Belanda) menjadi unggulan.

Sedangkan Australia, Kanada, Jerman, Belanda dan Amerika Serikat berhak menurunkan kuota maksimal di ITT putri. Annemiek van Vleuten (Belanda) dan Chloe Dygert (Amerika Serikat) adalah nama-nama tenar  sebagai unggulan.

 MainSepeda - July 14, 2021

Peter Sagan Dicoret

Peter Sagan harus mengubur mimpi untuk berlaga di Olimpiade Tokyo, akhir bulan ini. Namanya telah dicoret dari daftar pembalap Slovakia yang akan dikirim ke Jepang. Sekarang Sagan harus memulihkan diri setelah operasi minor di lututnya. Operasi itu dilakukan menyusul kecelakaan yang dialaminya di Etape 3 Tour de France 2021. Sagan ditabrak Caleb Ewan (Lotto Soudal) ketika sedang beradu sprint. Sempat melanjutkan lomba hingga Etape 11, Sagan mundur sebelum dimulainya Etape 12.

"Kami melakukan segalanya selama Tour de France. Tapi pengobatan antibiotik tak dapat mencegah infeksi. Satu-satunya pilihan adalah berhenti balapan dan menjalani operasi. Untungnya itu hanya infeksi dangkal, dan sendi lutut tidak terdampak sama sekali," kata Kepala Dokter Bora-Hansgrohe, Christopher Edler.

Komite Olimpiade Slovakia menganggap Olimpiade terlalu dekat untuk Sagan. Mereka mencoret sang superstar dan menominasikan Lukas Kubis yang berusia 21 tahun sebagai penggantinya.

Kubis membalap untuk tim Continental Dukla Banska Bystrica. Ia naik podium di kejuaraan nasional time trial dan road race dengan menempati posisi ketiga di bawah Sagan. Kubis akan bergabung dengan Juraj Sagan dalam berlaga di road race putra di Tokyo nanti.

Primoz Roglic Juga

Primoz Roglic, pun meninggalkan Tour de France sebelum etape sembilan setelah menderita beberapa memar ketika ia mengalami kecelakaan pada etape tiga. "Kami membuat keputusan bersama dengan tim, tidak masuk akal untuk melanjutkan. Kami akan berusaha untuk pulih dan fokus pada tujuan-tujuan baru," kata pebalap Jumbo-Visma itu dalam satu pernyataan seperti dikutip Reuters.

Harapan Roglic untuk meraih gelar pupus saat ia menyelesaikan etape delapan pada Sabtu lebih dari 35 menit di belakang pebalap sepeda Belgia Dylan Teuns. Juara dua kali Vuelta, yang kalah pada Tour tahun lalu dalam time trial terakhir, sudah disingkirkan oleh pesaingnya secara keseluruhan pada etape tujuh.

"Saya melewati hari hari itu tetapi  saya sangat kesakitan. Ini terlalu berat untuk tubuh saya dan saya tidak bisa balapan. Saya kecewa tapi saya harus menerimanya. Ini keputusan yang tepat," kata pemenang Etape IV Tour de France di Puncak Alpen. Pebalap Team Jumbo-Visma itu mencatatkan waktu 4 jam 7 menit 47 detik, untuk menyelesaikan trek sepanjang 160,5 kilometer dari Sisteron menuju Orcieres-Merlette, demikian catatan laman resmi Tour de France. Rekan senegara Roglic, Tadej Pogacar, berada di urutan kedua.

Roglic sempat diragukan dapat berpartisipasi di TdF tahun ini setelah mengalami kecelakaan di Criterium du Dauphine, tetapi dia justru berhasil mendapatkan bonus 10 detik dan mengirimkan sinyal kemampuannya kepada para pesaing. Etape puncak Alpen itu menjadi ajang pembuktian kemampuan para pebalap karena menghadirkan tantangan berupa pendakian sejauh 7,1 kilometer dengan rata-rata ketinggian 6,7 derajat. Salah satu senjata andalan Roglic adalah kekuatannya untuk membuat dia dapat mengejar lawan meski dalam posisi tertinggal.

inSepeda - July 04, 2021

Para Pesaing Hebat

Pesaing beratnya antara lain Mathieu van der Poel (Alpecin-Fenix) yang juga meninggalkangaris  start di Etape 9. Rider asal Belanda ini memilih mundur demi mempersiapkan diri menuju Olimpiade Tokyo. Ia mengikuti langkah Primoz Roglic (Jumbo-Visma) yang juga memutuskan out. Keputusannya untuk mundur dari Tour de France 2021 diumumkan dalam wawancara prabalapan dengan media setempat. "Sayang sekali saya tak akan start hari ini. Saya sudah memutuskannya bersama tim. Sekarang saya akan fokus untuk Olimpiade," ungkapnya.

Musim ini merupakan debutnya di Tour de France. Prestasinya tidak mengecewakan. Van der Poel memenangkan Etape 2. Juara dunia cyclocross tersebut juga menguasai jersey kuning selama enam hari. Rider 26 tahun ini mengaku menjalani sepekan yang luar biasa di Prancis. Ini Grand Tour pertamanya. ‘’Saya sangat bangga dengan hasilnya, dan saya akan kembali tahun depan untuk menuntaskannya sampai Paris," bilang Van der Poel.

Rencananya, Van der Poel akan memperkuat Belanda di nomor sepeda gunung (MTB). Ia mengincar medali emas di Tokyo.

Pesaing terhebat tentu saja Tadej Pogacar yang oleh Eddy Merckx dijuluki "The Cannibal". Menurut legenda balap sepeda asal Belgia itu, Pogacar punya segalanya untuk menjadi yang terbaik. Pembalap asal Slovenia ini diprediksi bisa memenangkan Tour de France lebih dari lima kali

Merckx, pria 76 tahun itu menyempatkan diri memberi selamat kepada Mark Cavendish (Deceuninck-QuickStep). Cavendish adalah sprinter asal Inggris yang menyamai jumlah kemenangan Merckx di Tour de France, yakni 34 kemenangan.

Ia menyebut Pogacar adalah yang terbaik dewasa ini. Saya melihat dalam dirinya sosok Cannibal baru. Ia telah memenangkan satu Tour de France, dan biasanya ia akan segera memenangkan yang kedua," Merckx seperti yang dilansir Sporza.

Bersama dengan Bernard Hinault, Jacques Anquetil, dan Miguel Indurain, Merckx adalah pemegang rekor juara Tour de France terbanyak dalam sejarah. Masing-masing mengoleksi lima gelar. Saat ini hanya Chris Froome (Israel Start-Up Nation) yang paling mendekati dengan empat gelar.

Tapi Froome sudah tua. Pembalap asal Wales ini sudah melewati performa terbaiknya.

Meski gelaran balap sepeda olimpiade masih kalah pamor dari grand tour, tetapi menggondol medali emas di sini tetaplah prestisius dan dikejar para kandidat.

Penulis : Tjuk Suwarsono

Editor : Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00