Momentum Gairahkan KEK

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Masih berada di tengah pandemi, sektor ekonomi terus diupayakan membangun momentumnya. Indonesia kini membentuk banyak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan membentuk Dewan Nasional KEK. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ditunjuk Presiden sebagai Ketua Dewan Nasional KEK.

Ada dua KEK tambahan yang baru saja disetujui, yaitu KEK Lido di Provinsi Jawa Barat dan KEK JIIPE di Provinsi Jawa Timur . Kedua usulan KEK itu telah disetujui dan menjadi rekomendasi kepada Presiden, serta diharapkan akan mampu menghadirkan investasi dan menyerap tenaga kerja.   

Usulan KEK Lido adalah KEK Pariwisata dengan rencana bisnis pengembangan atraksi (theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining), pengembangan akomodasi (six stars luxury resort, hotel berbintang lainnya, serta pengembangan TOD), dan pengembangan ekonomi kreatif (studio film dan festival musik).

Kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido diprediksi akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun. 

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, berharap KEK Lido betul-betul bisa mendorong pariwisata. Turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional,  devisanya pun juga premium.

KEK kedua yang disulkan berada di Kecamatan Manyar Kota Gresik. Kawasan ini bukan daerah baru industri, melainkan sudah dikelilingi banyak aktivitas industri dalam 10 tahun terakhir. Usulan KEK JIIPE (Java Integrated Industrial Port and Estate) ini diproyeksikan akan mampu menghadirkan investasi senilai US$16,9 miliar dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh. Sedangkan usulan KEK Lido diproyeksikan akan menarik investasi hingga mencapai US$2,4 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang di tahun ke-20.

JIIPE direncanakan untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, diproyeksikan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar US$10,1 miliar per tahun ketika beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia. Pihak yang mengusulkan JIIPE menyatakan kesiapannya melalui ketersediaan infrastruktur wilayah dan kawasan, serta telah adanya komitmen dari investor untuk mengembangkan smelter tembaga di dalam lokasi KEK.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyatakan kesiapan akses Gresik dengan tol Krian Legundi Bunder Manyar yang telah beroperasi dan diharapkan meningkatkan kelayakan industri. Kedua KEK itu diharapkan mendukung ekosistem usaha di sekitar kawasan dan tidak sebaliknya.

Ada 15 KEK

Selain menyetujui pembentukan 2 (dua) usulan KEK baru, Sidang Dewan Nasional KEK juga membahas evaluasi pengembangan 15 KEK yang telah ditetapkan. Ke-15 KEK tersebut terdiri dari: 9 KEK industri dan 6 KEK pariwisata. Kawasan Ekonomi Khusus yang dimaksud adalah, KEK Arun Lhokseumawe (Aceh), KEK Sei Mangkei (Provinsi Sumatera Utara), KEK Tanjung Api-Api (Provinsi Sumatera Selatan), KEK Galang Batang (Provinsi Kepulauan Riau), KEK Tanjung Kelayang (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), KEK Tanjung Lesung (Provinsi Banten), KEK Mandalika (Provinsi Nusa Tenggara Barat), KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (Provinsi Kalimantan Timur), KEK Palu (Provinsi Sulawesi Tengah), KEK Bitung (Provinsi Sulawesi Utara), KEK Morotai (Provinsi Maluku Utara), KEK Sorong (Provinsi Papua Barat), KEK Singhasari (Provinsi Jawa Timur), KEK Likupang (Provinsi Sulawesi Utara), dan KEK Kendal (Provinsi Jawa Tengah). 

Pengembangan KEK telah menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp70,4 triliun dan telah terealisasi sebesar Rp23,1 triliun hingga akhir 2020. Realisasi investasi terbesar berasal dari KEK Galang Batang yang secara resmi beroperasi pada akhir 2018, kemudian KEK Sei Mangkei, dan juga KEK Kendal yang baru saja ditetapkan menjadi KEK pada akhir 2019. Selain itu, dari pengembangan KEK telah tercipta lapangan pekerjaan untuk 19.951 orang hingga akhir 2020.

Di samping menarik investasi dan penciptaan lapangan pekerja, beberapa pelaku usaha di KEK telah melakukan produksi dan berkontribusi menyumbang devisa negara melalui ekspor yang sudah dilakukan ke lebih dari 30 negara senilai Rp5,2 triliun pada 2020.

Pandemi yang terjadi sejak awal 2020 menjadi tantangan besar bagi para pengelola KEK untuk menghadirkan pelaku usaha ke dalam kawasannya. Diterbitkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, diharapkan KEK dapat semakin meningkatkan daya saing untuk menghadirkan investasi, sehingga dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

KEK Baru di Batam

Presiden Joko Widodo juga telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 67 Tahun 2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic, dan PP Nomor 68 Tahun 2021 tentang KEK Nongsa. Kedua KEK itu berlokasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Satu KEK lagi sudah lebih dulu ditetapkan yaitu KEK Galang Batang di Bintan. Dengan demikian, ada tiga KEK di Provinsi Kepulauan Riau. ‘’Tidak ada provinsi lain di Indonesia yang punya tiga KEK,” kata Airlangga Hartarto.

Kedua KEK ini adalah yang pertama di Batam, diharapkan dapat menjadi pilot plan, sebagai mercusuar kawasan ekonomi berbasis service dan digital yang dapat direplikasi pada beberapa wilayah di Indonesia. Adanya KEK ini akan dapat menghemat devisa negara dan menciptakan lapangan pekerjaan. Menarik investasi dari dalam maupun luar negeri, bukan jutaan dolar lagi, tapi miliaran dolar. Dengan masuknya ivestasi, diharapkan akan tercipta efek ganda terhadap tenaga kerja dan pendidikan, serta revitalisasi kawasan Batam Bintan Karimun.

Kawasan Batam-Bintan-Karimun selain manufaktur juga berbasis servis. Salah satunya adalah di KEK Batam Aero Technic. KEK ini memiliki kegiatan utama Industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul), dan merupakan KEK MRO pertama. Pengusulnya adalah PT Batam Teknik sebagai perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat (MRO), khususnya untuk pesawat-pesawat Lion Air Group.

Target investasi di KEK Batam Aero Technic sebesar Rp7,2 triliun sampai dengan tahun 2027 dengan serapan tenaga kerja mencapai 9.976 orang pada periode yang sama. Target investasinya akan direalisasikan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung industri MRO, seperti hanggar maintenance, hanggar painting, hanggar cleaning, component shop, apron, taxiway, component shop, workshop untuk tools & equipment, dan sebagainya.

Kehadiran KEK Batam Aero Technic diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi bagi negara, menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$ 100 milyar pada tahun 2025.

Airlangga juga mengapresiasi kemampuan KEK Nongsa dalam menggaet investasi. Setelah ditetapkannya KEK tersebut melalui PP No. 68/2021, sudah ada komitmen investasi sebesar USD 300 juta, dan prospek investasi sebesar USD 1,5 miliar. ”Karena itu, Pemerintah mengharapkan investasi di KEK Nongsa sebesar USD 4 miliar. Kalau USD 1,5 miliar itu kira-kira 150 megawatt data center, maka kita targetkan 400 megawatt data center,” ujar Menko Perekonomian.

Sudah Dibangun

Kegiatan utama KEK seluas 166,45 ini adalah digital park dan pariwisata. KEK diusulkan oleh PT. Taman Resor Internet (Tamarin) yang merupakan anak perusahaan dari Citramas Group yang telah memiliiki pengalaman di bidang pariwisata, industri kreatif & IT, serta kawasan industri. 

Saat ini di KEK Nongsa telah terbangun berbagai akomodasi dan atraksi pariwisata bertaraf internasional serta sudah terbangun infrastruktur pendukungnya seperti Turi Beach Resort, Nongsa Point Marina, Nongsa Terminal Bahari, Nongsa Village, dan Infinite Framerwork Studio.

Ada pula Apple Academy yang meluluskan satu angkatan dalam rangka pendidikan IT developer untuk academy & foundation program. Melengkapi ekosistem digital yg dibangun, akan dikembangkan Movie Town, IT Office, IT Academy, Data Centre Commersial Area, Fasilitas dan infrastrutur serta pengembangan Hotel dan Resort. 

Airlangga menambahkan, Apple Academy adalah bagian dari kebijakan Kementerian Perindustrian terkait konten lokal, bukan hanya hardware tapi juga software. Sehingga kawasan digital seperti Nongsa bisa jadi tuan rumah bukan hanya apple academy tapi juga akademi-akademi yang lain. 

KEK Nongsa diharapkan akan memberi dampak bagi perekonomian nasional sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha information technology global ke perekonomian nasional.

Dengan ditetapkan menjadi IT Hub Digital Bridge Indonesia ke Singapura dan manca negara, diharapkan dapat menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp20-30 Triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan Internasional. Selain itu dengan adanya transfer teknologi di bidang IT. “Bukan hanya menjadi jembatan, tapi menjadi Digital Hub negara, dari Batam ke berbagai wilayah yang terkoneksi dengan IT,” tambah Airlangga.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan KEK dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal ke pasar internasional dan akan menjadi daya ungkit percepatan peningkatan ekonomi yang mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indinesia. 

CEO Lion Group Edward Sirait mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan MRO pertama di Indonesia. ”Status KEK sangat penting untuk industri MRO, karena industri ini tidak bisa lepas dari kegiatan ekspor dan impor. Sebab, hampir semua suku cadang pesawat diproduksi di negara pembuat pesawat itu,” kata Edward Sirait.

Penulis : Tjuk Suwarsono

Editor : Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00