Berani Terbangkan Boeing 737 Max?

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Pada akhirnya semua menunggu apakah pesawat terbaru Boeing seri 737 Max masih boleh terbang lagi. Menunggu dengan perasaan sedikit  waswas, benarkah aman. Pesawat berbadan sedang ini disebut-sebut paling modern dan canggih, yang diproduksi Boeing bermarkas di Amerika Serikat. Targetnya jelas menggempur pesawat sejenis dan sekelas yang diproduksi konsorsium Eropa, Airbus Industrie.

Banyak pilot memuji Airbus yang berhasil menanamkan fitur-fitur terbaru, mencegah pesawat tidak bisa ‘stall’, sebuah kondisi fatal pesawat menukik tak terkendali dan jatuh. Bahkan seandainya pilot sengaja membuatnya ‘stall’,  pesawat  akan menolak dan punya kemampuan memulihkan dirinya. 

Dan setelah ‘grounded’  selama dua setengah tahun, akhirnya  The Federal Aviation Administration (FAA) telah memberikan izin terbang kepada Boeing 737 Max.  Boeing 737 Max dilarang terbang sejak Maret 2019 setelah dua kecelakaan yang terjadi di Indonesia dan Ethiopia, hanya dalam lima bulan. Kedua kecelakaan itu menimpa pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dan Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines, memakan total 346 jiwa korban.

Izin terbang oleh FAA ini sebatas domestik Amerika Serikat. Minus penerbangan ke luar negeri. Namun izin terbang itu mengundang kritik Presiden Flyerrights.org, Paul Hudson. Ia mempertanyakan alasan di balik kebijakan itu. 737 Max aman untuk diterbangkan berdasarkan data yang dirahasiakan dan percobaan yang rahasia, katanya.

Ia pun masih meragukan kelayakan terbang pesawat tersebut. Hudson dan sejawat masih meminta FAA untuk membuka data review tersebut menggunakan aturan kebebasan informasi. Harapannya FAA menyerahkan dokumen yang terkait percobaan dan masalah teknis Boeing 737 Max. Boeing belum berkomentar, dan FAA juga menolak untuk berkomentar. Hudson menindak lanjuti aksi ini dengan mengajukan tuntutan pengadilan.

Sebelumnya, FAA memberi syarat Boeing 737 Max bisa terbang asalkan ada pembaruan software dan pelatihan pilot penerbang dari maskapai penerbangan. FAA juga telah memberikan lampu hijau rencana pelatihan pilot kepada salah satu maskapai American Airlines. Persetujuan itu membuat maskapai AS itu boleh kembali menggunakan 737 Max pada 29 Desember mendatang. Ini setelah perangkat lunaknya diperbarui dan lolos percobaan. Layanan komersial American Airlines akan melakukan penerbangan harian untuk destinasi Miami ke New York.

China Izinkan Terbang

Setelah dilakukan investigasi dan sejumlah perbaikan yang dilakukan oleh Boeing, akhirnya otoritas penerbangan China (CAAC) mengizinkan Boeing 737 Max mengudara lagi. Dilansir detikTravel dari AFP,  keputusan itu diambil setelah Boeing upgrade pada pesawat, yang mencakup install program software baru untuk mengatasi kerusakan, dan memperbarui manual penerbangan.  CAAC menganggap tindakan-tindakan korektif sudah cukup untuk mengatasi kondisi tidak aman ini.

Boeing juga menawarkan instruksi terhadap maskapai-maskapai penerbangan soal revisi yang diperlukan, terutama untuk protokol keselamatan, sebelum pesawat tersebut kembali mengudara.

Perwakilan Boeing menyambut baik keputusan otoritas penerbangan China tersebut.

Boeing terus bekerja dengan regulator dan para pelanggan, untuk mengembalikan pesawat ke layanan di seluruh dunia. China menjadi negara terbaru yang mengizinkan Boeing 737 MAX kembali mengudara setelah Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Maskapai penerbangan dari Singapura, Singapore Airlines akan menerbangkan kembali pesawat ini akhir tahun ini. Pesawat tersebut sudah dikandangkan selama dua tahun lebih. Selasa 16 November 2021, Singapore Airlines mengumumkan bahwa enam pesawatnya yang sekarang berganti nama menjadi 737-8, akan secara bertahap mulai beroperasi pada penerbangan jarak pendek hingga menengah. Ini termasuk layanan ke titik-titik di Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Maladewa, Nepal, dan Thailand.

Pesawat berbadan sedang sebelumnya terbang di bawah merek Silkair, anak perusahaan Grup SIA yang sekarang sudah tidak beroperasi. Pada Maret 2019, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) menangguhkan penerbangan 737 Max setelah kecelakaan pesawat di Indonesia dan Ethiopia. Pada Oktober 2018, pesawat Lion Air 737 Max 8 jatuh di Indonesia dan menewaskan 189 orang. Pada Maret 2019, model pesawat yang sama yang digunakan Ethiopian Airlines juga jatuh dan menewaskan 157 orang.

September kemarin CAAS mencabut penangguhan 737 Max  setelah mengevaluasi perubahan desain pesawat. Boeing 737 MAX juga memberi catatan keselamatan selama sembilan bulan terakhir dan menemukan tidak ada masalah keamanan yang menonjol.

Domestik Amerika

Dari rumah Boeing sendiri di AS, American Airlines akan mengoperasikan kembali Boeing 737 Max secara bertahap pada periode Desember 2020 hingga Januari 2021. Hal ini untuk meyakinkan pengguna bahwa pesawat tersebut memiliki tingkat keamanan yang sama dengan pesawat lain yang dioperasikan maskapai. Pada‌ 29 Desember 2020, akan dibuka lagi penerbangan terjadwal dengan dua penerbangan sehari  pulang pergi dari MIA [Miami International Airport] ke LGA [LaGuardia Airport/New York] - hingga 4 Januari 2021.

Keputusan ini diambil usai Federal Aviation Administration (FAA) mengizinkan Boeing 737 Max untuk terbang lagi setelah dilarang terbang sejak Maret 2019. Selama proses sertifikasi ulang hingga 20 bulan, American Airlines bekerja sama dengan FAA dan Boeing. Pihaknya memastikan telah menerapkan proses yang ketat untuk memastikan bahwa setiap pesawat di udara aman dan pilot, pramugari, anggota tim, dan pelanggan yakin dengan kembalinya 737 Max.

Sekitar 2.600 pilot Boeing 737 kami akan menyelesaikan pelatihan yang disetujui FAA,  mencakup pelatihan berbasis komputer, pengarahan ruang kelas dan terbang dengan simulator 737 Max. Diakui untuk memulihkan kepercayaan pelanggan pada pesawat tersebut akan membutuhkan waktu dan yang terpenting, adanya transparansi dan fleksibilitas. Jika pelanggan tidak ingin terbang dengan 737 Max, mereka tidak perlu melakukannya. Jika pelanggan memilih untuk tidak terbang dengan pesawat ini,  akan diberikan fleksibilitas pilihan.

Maskapai Brazil Gol menjadi yang pertama di dunia yang menerbangkan Boeing 737 MAX secara komersial pada Rabu 9 Desember 2021 lalu.

Penulis : Tjuk Suwarsono

Editor : Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar