Bantalan Krisis Itu Kartu Pra-Kerja

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

KBRN, Jakarta: Hanya satu kata yang paling ditakutkan setiap pekerja: PHK. Dan bila kata itu menjadi nyata, jalan hidupnya terasa gulita.

Inilah kepiluan yang dialami 1,2 juta pekerja korban PHK selama pandemik Covid-19 sejak Maret 2020. Angka 1,2 juta PHK adalah yang resmi dilaporkan. Sedangkan pekerja yang setengah menganggur karena dirumahkan, jauh lebih banyak.  Dari sekitar 138 juta angkatan kerja seluruh negeri, 74 juta di antaranya bekerja di sektor informal. Di luar itu masih terdapat pengangguran terbuka dan semu mencapai hampir 5% atau sekitar 6,9 juta orang. 

Kondisi ini berpotensi menimbulkan ‘’beragam krisis baru’’, mulai dari krisis domestik rumah tangga sang pekerja, naiknya angka anak-anak kurang gizi/nutrisi, menurunnya kesehatan publik, hingga merebaknya kriminalitas. Efek ganda ini bisa lebih berbahaya dibandingkan pandemi covid itu sendiri.

Pemerintah sigap menghentikan laju krisis ini, dengan menciptakan skema baru Kartu Pra Kerja. Sejujurnya kita belum pernah mengalami gelombang PHK sedahsyat ini, sehingga dibutuhkan bantalan (penyangga, penopang, cushion) krisis yang kuat.

Di bawah kendali Menteri Koordinator Perekonomian yang dipimpin Ir. Airlangga Hartarto,  sebanyak 11 perwakilan penerima kartu Prakerja dari seluruh Indonesia menemui Menko. Para pekerja ini menceritakan kisah setelah menerima pelatihan ketrampilan prakerja. 

Statistik Menko Ekonomi mencatat 5,6 juta penerima Kartu Prakerja di 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi se-Indonesia. Mereka terjaring dalam sebelas gelombang pendaftaran dari April hingga November 2020 yang diikuti 43 juta orang.

Selanjutnya : Fokus Diubah Semi Bansos

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00