Saat ‘Seroja Tak Berlalu’ di Adonara

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Badai Tidak Berlalu

Meskipun semua titik awal badai tropis terjadi di dekat Indonesia namun akan selalu bergerak menjauhi Indonesia. Misalnya ada bibit siklon di sebelah utara Papua, bergeraknya ke arah Filipina dan terakhir bisa ke Bangkok, Vietnam, Cina, atau ke arah Jepang. Demikian juga bila tumbuh di Samudera Hindia -sebelah barat Sumatera- bergeraknya ke selatan atau ke barat daya sekitar Pulau Christmas. Karena selalu dijauhi badai, muncul istilah mengutip judul lagu : ‘’badai pasti berlalu dari Indonesia…’’ . Sekali ini di Adonara, ‘’badai ternyata tidak berlalu…’’

Badai atau siklon tropis terbentuk di lautan, sedangkan  tornado atau badai topan terjadi di daratan. Setiap bagian dunia memiliki sebutan untuk topan badai yang biasa melewati wilayah mereka. Di Asia, badai disebut dengan typhoon atau taifun. Di Australia, barat daya Pasifik dan Samudera Hindia disebut tropical cyclone atau sikon tropis. Sedang Hurricane adalah sebutan badai di wilayah Atlantik dan utara Pasifik. Hurricane ini berasal dari nama dewa Karibia, Hurrican.

Badai diberikan nama orang seperti Harvey, Irma, Jose -yang bergerak dari Atlantik menuju daratan Amerika beberapa waktu ini- atau siklon Debbie di Australia pada awal tahun ini. Para ahli meteorologi berpikir nama orang lebih mudah diingat dibanding angka atau istilah teknis lainnya. Itu juga memudahkan media dalam melaporkan serta meningkatkan kewaspadaan warga.SUMBER GAMBARPA

Banyak analisis mengaitkan banyaknya badai berhubungan dengan pemanasan global dan naiknya suhu bumi/laut. Tetapi penelitian sekasama tentang ini belum berakhir pada kesimpulan jelas. Sebuah  penelitian terbaru mengenai badai dibuat oleh CIFOR (Center for International Forestry Research) mencari hubungan badai dengan hutan. Penelitian itu menyatakan bahwa hutan dapat melindungi daratan dari badai. Semakin banyaknya penggundulan hutan akan memancing badai yang semakin sering dan destruktif. Hutan dapat menarik/meredam uap air dari laut sehingga mengurangi konsentrasi uap yang tersedia di atmosfer yang berpotensi menghasilkan badai siklon.

Selanjutnya : Manfaatkan Air Bah

Halaman 3 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00