Saat ‘Seroja Tak Berlalu’ di Adonara

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Manfaatkan Air Bah

Kedatangan Seroja di Adonara (Nusa Tenggara Timur, 4-7 April 2021) bukan hanya tak diundang. Seroja mematahkan kelaziman bahwa siklon tropis umumnya bergerak di garis lintang 10 derajat utara khatulistiwa, sehingga untuk Indonesia hanya daratan Aceh dan Kepulauan Riau bagian utara, yang tersentuh ekor badainya.  Di Asia siklon ini sudah sering melabrak Filipina, Vietnam, Taiwan,  dan Jepang. Semua terletak di utara khatulistiwa. Sebaliknya wilayah di selatan equator selama ini aman-aman saja

Letak geografis Indonesia yang bertaburan pulau besar dan kecil, dihubungkan dengan selat dan hamparan laut dalam, jangan-jangan kelak jadi santapan empuk siklon tropis. Selat Makassar, Selat Lombok, Ombai dan Laut Timor merupakan jalur perpindahan massa air dari Samudra Pasifik mengalir ke Samudra India. Begitu pun sebaliknya. Jika suhu air lautnya di atas 26% celcius, bibit siklon mudah tumbuh di sana.

Hal ini memerlukan adaptasi klimatologi dan arah penanggulangan serta evakuasi korban bencana. Dalam beberapa hal juga dibutuhkan antisipasi ketangguhan infrastruktur di daerah rawan bencana. Misalnya keandalan listrik dan pasokan air bersih di tengah bencana. Juga ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai untuk pertolongan korban.

Siklon tropis memang berdaya rusak tinggi, tetapi dia juga melimpahkan volume air yang besar. Taiwan yang rutin dilanda siklon, banyak membangun bendungan dan tandon air raksasa untuk menangkap air hujan persembahan siklon.  Tandon air inilah yang akan mencukupi kebutuhan air bersih, irigasi, pembangkit listrik dan potensi wisata air, di musim kemarau kering. Di Adonara dan kawasan banjir lainnya, belum terlihat rekayasa yang mengarah ke sana. Curah hujan tinggi masih dibiarkan menjadi banjir dan seluruhnya dibuang ke laut. Padahal NTT, NTB dan sekitarnya saat kemarau selalu kekeringan.

Dibutuhkan respon visioner dari otoritas Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi, dan pemerintah Pusat, untuk menangkap manfaat yang terbawa oleh hadirnya siklon tropis. Selain memperkuat dan menambah anggaran mitigasi BMKG dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), ada baiknya mulai disertakan perencanaan strategis jangka panjang. 

Halaman 4 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00