Badai Mematikan Kian Mengintai

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Langganan Tornado

Badai tropis bisa berkembang menjadi tornado yang mematikan. Tornado merupakan kolom udara yang berputar cepat di antara awan kumulonimbus dan permukaan bumi. Kecepatan anginnya 100-200 mil atau sekitar 160-321 kilometer per jam. Tornado yang kuat bisa mencabut pohon besar, menerbangkan mobil atau sapi besar, dan pasti melumat habis bangunan-bangunan.

Di kawasan Asia tornado tidak terlalu popular dibandingkan tsunami. Anehnya negeri kecil Bangladesh justru paling sering dilabraknya. Apa penyebabnya? Ternyata iklim dan topografi Bangladesh yang cenderung datar, ditambah konstruksi rumah yang kurang kokoh pada sebagian besar masyarakat Bangladesh, membuat kerusakan yang ditimbulkan menjadi parah.

Laman Weather Station Advisor mencatat tornado pada 26 April 1989 di Distrik Manikganj,  menewaskan lebih dari 1.300 orang dan membuat 12 ribu orang luka-luka. Tornado ini masuk dalam kategori F3 dengan kecepatan 158–206 mil per jam atau setara dengan 254-331 kilometer per jam.

India juga pernah merasakan hantaman tornado. Paling dahsyat terjadi di Kalkuta pada 8 April 1838 dan menewaskan sekitar 215 orang. Begitu pula dengan tornado di Odisha pada 10 April 1978 yang merenggut nyawa 150 orang. Tornado juga menghempas Bengal Barat, Odisha, pada 24 Maret 1998 yang menewaskan 160 orang dan melukai 2.000 orang. Sebanyak 15.000 rumah rata dengan tanah dan menyebabkan 10.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Laman CNN World menyatakan sebenarnya tornado jarang terjadi di sebagian besar benua Afrika. Tetapi di Afrika Selatan, pernah terjadi di Cape Town pada Agustus 1999, masuk kategori F-4 dengan  kecepatan mencapai 267-321 kilometer per jam di pusatnya. Tornado ini menewaskan 5 orang, menyebabkan 177 orang terluka, dan 5.000 orang menjadi tunawisma. Bahkan, Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan hampir kehilangan nyawanya akibat tornado yang terjadi di Eastern Cape pada Desember 1998.

Benua Australia meski jauh berada di selatah katulistiwa juga disambangi tornado. Umumnya lebih lemah dan berumur pendek, kebanyakan terjadi di Australia barat daya dekat dengan Timur Leste. Setidaknya ada 100 tornado terjadi setiap tahun.Salah satu yang terparah terjadi di Kurnell, Sydney,  pada 16 Desember 2015 dengan kecepatan 213 kilometer per jam. Tornado ini menyebabkan banyak kekacauan dan bahkan memicu banjir di Nowra.

Jepang memang terkenal "langganan" rupa-rupa bencana alam. Tidak hanya gempa bumi dan tsunami, tetapi juga tatsumaki alias tornado. Salah satu yang terparah adalah tornado yang menghantam kota Saroma, Hokkaidō pada 7 November 2006. Akibatnya, 9 orang tewas, 26 orang terluka, dan 40 bangunan rusak berat. Menurut laman Weather Station Advisor, setidaknya Jepang mengalami 20 tornado per tahun. Tetapi, yang paling parah adalah tornado yang terjadi di Miyazaki, Prefektur Miyazaki pada tahun 1881 dan menewaskan 16 orang. Rata-rata tornado yang terjadi di Jepang berada di kategori F2-F3 pada skala Fujita.

Pemegang rekor terbanyak tornado adalah Amerika Serikat! Menurut data National Oceanic and Atmospheric Administration, setiap tahun lebih dari 1.000 tornado terjadi di negeri Paman Sam. Yang terparah terjadi pada 18 Maret 1925 di tiga negara bagian, yakni Missouri (11 korban jiwa), Illinois (613 korban jiwa), dan Indiana (71 korban jiwa). Total ada 695 korban tewas. Mengerikan, tornado ini berlangsung selama 3 jam 37 menit dengan kategori F5 dalam skala Fujita!

Selanjutnya : Kapal Tenggelam di Kupang

Halaman 2 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00