Saatnya Pendidikan Redam Kontroversi

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono
KBRN, Jakarta: Sudah lama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipersepsi sebagai kementerian yang paling banyak (dan paling mudah) mengubah-ubah kebijakan nasionalnya. Menteri datang silih berganti. Setiap menteri selalu ‘’membawa perubahan’’ bertujuan menghadirkan konsep dan praksis ideal pendidikan, untuk menghasilkan daya saing siswa di era global. Bongkar pasang kurikulum dan tatanan administrasi, berakhir dengan benang kusut dan kebingungan guru.  Belum rampung memahami program lama, program baru sudah diluncurkan.   Siapa pun menteri pendidikannya, pasti ia akan basah kuyub oleh hujan kritik dari berbagai kalangan awam maupun cerdik pandai. Sementara kita asyik berdebat, di luar sana negara lain melaju cepat mengembangkan pola pendidikan yang mampu mengangkat mutu siswanya. Kebingungan luas itu bertemu dengan kecemasan para orang tua yang meragukan kualitas anak-anaknya. Jalan pintas pun ditempuh. Ratusan bimbingan belajar (bimbel) tumbuh di mana-mana. Bukan hanya siswa yang berbondong mencari tambahan ilmu di bimbel. Para guru pun banyak yang bergabung menjadi pengajar ekstra di sini. Lahir pula ‘guru-guru baru’ tanpa sertifikasi, terdiri para lulusan perguruan tinggi atau siapapun yang ‘’punya kemampuan mengajar’’. Ajaibnya, justru bimbel inilah yang diandalkan mampu menerobos ketatnya seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Sekalipun belum pernah disurvei, banyak siswa yang tembus UMPTN mengaku pernah ikut bimbel. 

Selanjutnya : Merdeka Belajar

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00