Susu Kambing, Kerbau, dan Kuda Liar

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

KBRN, Jakarta: Selain susu sapi, masyarakat mengenal susu kambing, susu kerbau, dan paling dihebohkan susu kuda liar.  Jenis susu yang paling akhir ini, sekalipun produksinya eksklusif dan konsumennya terbatas, sarat akan mitos.

Susu kuda liar dihasilkan oleh kuda-kuda Sumba yang sebenarnya jinak karena dirawat secara khusus dan dikandangkan. Bayangkan jika kuda itu benar-benar hidup di alam liar. Bagaimana susahnya menangkap dan apalagi memerah susunya. Salah-salah korban akan berjatuhan dari para pemerah susunya. 

Kuda liar dipersepsi sebagai lambang kejantanan, simbol keperkasaan, identik dengan karakter pria sejati atau pejantan tangguh. Tak salah banyak pria percaya bahwa jika mengonsumsi susu kuda ini, mereka akan lebih kuat dan perkasa. Di kalangan para seniman yang mangkal di Jalan Malioboro Jogja,  termashur nama seorang penyair asal Sumba, Umbu Landu Paranggi. Penyair ini berjejuluk ‘’Kuda Sumba Kerasukan’’ dan tanpa pilpres Umbu mufakat dinobatkan sebagai ‘’Presiden Malioboro’’ .

Susu kuda liar diperah dari kuda asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kuda memang dikenal sebagai penghasil susu yang dapat dikonsumsi oleh manusia.Meski dilabeli ‘liar’, kuda ini sebetulnya adalah kuda yang dibudidayakan di peternakan. Hanya saja memang dilepas ke alam bebas setiap pagi untuk mencari makan sendiri di hutan sekitar. Kuda akan balik  kandang sekitar maghrib.

Tidak sembarang produk susu kuda liar dapat beredar di pasaran Indonesia. Ia harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-6054-1999 tentang syarat mutu susu kuda yang meliputi banyak hal.  Susu harus cair tanpa terdapat benda asing. Warna susu harus putih bersih. Dibandingkan susu sapi, susu kuda liar harus memiliki bau asam menyengat, rasa asam, bobot jenis minimal 2 % dan pH minimal 3. Susu yang beredar di masyarakat biasanya tidak dipanaskan atau dipasteurisasi atau ditambah bahan lain.

Susu kuda liar asli hanya akan mengalami fermentasi alamiah dan tidak akan menggumpal atau rusak karena kadar kaseinnya yang rendah. Manfaat  untuk kesehatan antara lain membangun massa otot berkat kandungan protein yg lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Pada saat yang sama dapat  mengurangi lemak tubuh sehingga tubuh akan terlihat lebih padat.

Selanjutnya : Mitos Keperkasaan

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00