Pahlawan Wanita Indonesia

pahlawan_wanita_malahayati_01.jpg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 01 Des 2020

Pahlawan Wanita Indonesia

Panglima Perang Wanita

Dua abad sebelum Kartini berbicara tentang emansipasi perempuan

Tlah banyak perempuan yang menjadi sosok pemimpin di negeri ini

Yang kehadirannya ditakuti para penjajah yang mengincar bumi nusantara.

Laksamana Malahayati (1550-1615)

Keumalahayati atau Laksamana Malahayati,

Pejuang asal Kesultanan Aceh ini memimpin 2.000 orang pasukan Inong Bale

(janda-janda pahlawan yang telah syahid).

Setelah sang suami gugur di pertempuran Selat Malaka melawan Portugis,

Malahayati membentuk armada sendiri dan membuat armada Portugis

Bisa dipukul mundur di abad 16.

Keumalahayati ditunjuk langsung Sultan Alauddin Mansur Syah

Untuk menjadi laksamana pertamannya.

11 September 1599, berperang melawan kapal dan benteng

Sekaligus menewaskan Cornells de Houtman.

Setelah armada Belanda dikalahkan, Paulus Van Caerden

Yang mencoba menerobos perairan Aceh tahun 1600.

Perlawanan sengit dari armada Malahayati dan ancaman dari Spanyol

Membuat Belanda menyerah. Penguasa negeri kincir mengirimkan

Permintaan maaf dan membayar 50 ribu gulden sebagai kompensasi.

Ratu Elizabeth, penguasa Inggris kala itu memilih berdamai dengan Aceh

Dan mengutus James Lancaster disertai surat permintaan izin untuk

Membuka jalur pelayaran menuju Jawa.

Malahayati gugur tahun 1615 kala melindungi Teluk Krueng Raya dari

Serangan Portugis yang dipimpin Laksamana Alfonso De Castro.

Nyi Ageng Serang (1752-1828)

Perempuan bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi

Adalah salah satu keturunan Sunan Kalijaga

Membatalkan perjodohan mereka karena tak mungkin buat dia menjadi

Putri keraton dan tunduk terhadap penjajah.

Semangatnya yang berkobar untuk membela rakyat dipicu oleh kematian

Kakaknya arena membela Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwini I

Yang dibantu Belanda.

Tak pantang menyerah walau ayah, kakak, dan suaminnya telah gugur.

Bahkan Nyi Ageng Serang tetap memimpin pasukan di usia 73 tahun

Dan bergabung dengan pangeran Diponegoro.

Sebagai penaseht Diponegoro, sejajar dengan P.Mangkubumi

Dan P.Joyokusumo yang ahli strategi perang.

Dua tahun sebelum perang Diponegoro berakhir, Nyi Ageng Serang

Meninggal dunia di usia 76 tahun akibat wabah malaria.

Martha Christina Tiahahu (1800-1818)

Martha Christina Tiahahu, pejuang dari Desa Abubu, Pulau Nusa Laut

Usiannya baru 17 tahun takala terjun langsung dalam medan perang

Melawan Belanda.

Pekikan semangat Martha telah membakar semangat kaum perempuan

Untuk turut mendampingi kaum laki-laki di medan pertempuran.

Christina Tiahahu juga turut berperan dalam pertempuran melawan belanda

Di pulau saparua tepatnya di desa Ouw, Ullath.

Richemont, seorang pemimpin perang Belanda dapat dibunuh

oleh pasukan Martha Christina

Martha Christina, sang ayah, serta beberapa tokoh pejuang lainnya

tertangkap bersama Kapitan Pattimura, karena umurnya dianggap masih muda

tidak dijatuhi hukuman mati dan dibuang ke Jawa.

Kondisi Kesehatan Martha Christina Tihahu memburuk selama di atas kapal.

Hal ini diperparah oleh dirinya yang menolak makan dan diobati. Akhirnya

Ia menghembuskan nafas terakhirnnya pada 2 Januari 1818.

Jenazah Martha Christina Tiahahu disemayamkan dengan penghormatan

Militer di Laut Banda.

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00