Dinasty Tak Lagi Bertaji

dinasti politik

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Andi Permadi
  •   Tanggal : 14 Des 2020

DINASTI TAKLAGI BERTAJI

Helatan Pilkada serentak 2020 sudah usai. Dinasti Politik penguasa dua dekade telah tumbang di berbagai daerah, namun tak sedikit yang terus melanggengkan kekuasaan.

  • Dinasti Yance, Indramayu (2000-2020)

Hampir dua dekade keluarga Irianto MS Syafiuddin menguasai Indramayu. Daniel Mutaqien(putra Yance)  tidak bisa meneruskan dominasi ayah dan ibunya kalah dari pasangan Nina-Lucky.

  • Dinas Obar Sobano, Kab. Bandung 2000-2020

Obar memimpin pada 2000-2010 sebelum memberikan estafet kepada menantunya, Dadang M Nasser (2010-2020). Pada pilkada kali ini, istri Nasser, Kurnia Agustina, Kalah tak bisa meneruskan jabatan suaminya.

  • Trah Keluarga Penguasa di Batanghari

Kemenangan Fadhil-Bakhtiar ini menjadi sejarah baru politik Batanghari. Keduanya berhasil meruntuhkan tiga kekuatan dinasti politik yang selalu bergantian berkuasa di Batanghari dua dekade ke belakang. Yakni trah keluar Hasip KalimudinSyam, Keluarga Fatah dan Keluarga Syahirsyah.

  • Dinasti Atut Tumbangkan Dinasti Prabowo dan Ma'ruf Amin di Tangsel

Pasangan calon Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan unggu mengalah putri Wakil Presiden Ma’ruf Amindan keponakan Prabowo Subianto.

  • Kabupaten Tanjab Barat, Mulyani Siregar, adik kandung Bupati Tanjab Barat Safrial yang berpasangan dengan M Amin juga kalah.
  • Istri Petahana Manado

Istri Petahana Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, Julyeta Paula Amalia tumbang menempati urutan kedua.

  • Pilwako Sungai Penuh

Nasib Fikar Azami, putra Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri juga dipastikan kalah.

  • Minahasa Selatan

Michaela Elsiana Paruntu (MEP), adik kandung Petahana Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu gagal meraup suara terbanyak.

  • Kota Tomohon

Cawali Jilly Gabriela Eman yang merupakan putri Petahana Wali Kota Jimmy Eman (JGE), belum bisa berbicara banyak.

  • Boltim

Di Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur (Boltim), Amalia Landjar putri Petahana Bupati Sehan Landja.

  • Istri Bupati Blora
  • Umi Kulsum, istri Bupati Blora, Djoko Nugroho, yang maju Pilbup Blora gagal melanjutkan tongkat estafet suaminya
  • Istri Bupati Semarang
  • Bintang adalah istri Bupati Semarang, Mundjirin, yang maju sebagai calon Bupati Semarang.
  • Istri Walikota Binjar
  • Lisa Andriani Lubis adalah istri Wali Kota Binjar, Muhammad Idaham, yang maju Pilkada Binjai (Sumatera Utara).
  •  

Fakta dan data

  • 290 petahana Bertarung di 236 daerah.
  • Anggaran Pilkada 2020  Rp20,4 triliun.
  • Kenaikan  terjadi untuk  Biaya protokol kesehatan.
  • Gelaran Pilkada serentak Desember 2020yang digelar 270 daerah di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Memunculkan 124 kandidat yang terafiliasi dinasti politik dan maju sebagai calon kepala. pada 1.476 kandidat
  • Kandidat terbanyak adalah calon bupati (68 orang), diikuti calon wakil bupati (35 orang), calon wali kota (26 orang), calon wakil wali kota (12 orang), calon gubernur (tujuh orang), dan terakhir calon wakil gubernur (empat orang).
  • Istri pejabat paling banyak mencalonkan diri (sebanyak 43 orang) jika dibandingkan dengan keluarga dan kerabat lain seperti anak, bapak, ibu, suami, keponakan, menantu, atau saudara sepupu.
  • 8 Peserta Pilkada berusia kurangdari30 tahun
  • Seperlima dari seluruh kandidat dalam Pilkada 2020 memiliki hubungan kekerabatan dengan kepala daerah dan legislator, baik yang tengah menjabat maupun nonaktif.
  • 57 calon bupati dan 30 calon wakil bupati, 20 calon walikota dan 8 (delapan) calon wakil walikota, 5 (lima) calon gubernur dan 4 (empat) calon wakil gubernur.
  • 67 laki-laki dan 57 perempuan. Dari 57 perempuan tersebut terdapat 29 kandidat perempuan yang merupakan istri dari Kepala Daerah sebelumnya.
  • Provinsi Sulawesi Selatan adalah daerah dengan jumlah kandidat dinasti terbanyak dengan jumlah 12 orang (satu kota pemilihan dan empat kabupaten pemilihan).
  • Disusul Sulawesi Utara yakni 11 (sebelas) orang yang tersebar di satu provinsi pemilihan, 4 (empat) kabupaten pemilihan dan 3 (tiga) kota pemilihan.
  • Daerah rawan dinasti terbesar ketiga dan keempat ada di Pulau Jawa, yakni Jawa Tengah sebanyak 10 (sepuluh) orang kandidat dinasti yang tersebar di 7 (tujuh) kabupaten pemilihan dan 2 (dua) kota pemilihan.
  • Selanjutnya, di Jawa Timur yakni sebanyak 9 (sembilan) orang yang tersebar di 7 (tujuh) kabupaten pemilihan dan 2 (dua) kota pemilihan. Selain daerah tersebut, dinasti politik pada dasarnya tersebar merata di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00