Mission Possible Raja Baterai Lisrik

mission_possible_raja_baterai_lisrik.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 26 Jan 2021

Mission Possible Raja Baterai Lisrik

Dengan menguasai 25% cadangan nikel dunia, Indonesia berambisi menjadi produsen baterai lithium-ion terbesar di dunia. Hilirisasi bahan bakunya, yaitu nikel, terus digenjot. Begitu pula investasi untuk pembangunan pabriknya.

32% Kebutuhan Nikel Baterai Mobil Listrik Pada Tahun 2019-2030

Jenis Baterai Listrik

1. Lithium-ion (Li-ion)

Unsur logam litium dan kobalt sebagai elektroda

2. Nickel Metal Hydride (NiMH)

NiMH memanfaatkan nikel

Cadangan Biji Nikel Dunia 2019

Madagaskar = 1,8%

Kolombia = 0,5%

Indonesia = 23,7%

Australia = 21,5%

Brazil = 12,4%

Rusia = 8,8%

Kuba = 5,4%

Filipina = 4,2%

Afrika Selatan = 3,2%

Tiongkok = 3%

Kanada = 2%

Guatemala = 1,8%

Negara Lain = 7,3%

Jenis Nickel

1. Nickel Laterite (Kadar Rendah)

Indonesia, Kuba, Filipina, dan Kaledoneia Baru

2. Nickel Sulphides (Kadar Tinggi)

Amerika Utara, Australia, China, Rusia, dan Greenland

5 Smelter Teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) produksi bahan baku komponen baterai ditargetkan bertoperasi pada 2023. Saat ini Smelter HPAL baru ada 2 di dunia, Coral Bay, Filipina dan Moa Bay, Kuba.

Baterai lithium merupakan kunci pengembangan energi terbarukan secara masif, terutama pembangkit listrik tenaga surya.

Potensi Bahan Baku Baterai Listrik 

11.887 Juta Ton 

4.346 Juta Ton (cadangan)

930 Juta Ton (Total cadangan biji nikel kadar tinggi)

3,6 Juta Ton (Cadangan biji nikel kadar rendah)

Larangan Ekspor 

1. Mulai 1 Januari 2020 Indonesia larang ekspor biji nikel

2. Membebaskan pajak dan bea masuk impor pembangunan smelter berkonten lokal sebesar 30%

Produksi Biji Nikel 

2018 = 22,14 Juta Ton

2019 = 0,95 Juta Ton

2020 = 15,85 Juta Ton

Didominasi nickel pig iron (NPI) dan feronikel (FeNi)

30 SMELTER NIKEL BEROPERASI 2024 

Progeres : 

13 Smelter = 90%

9 Smelter = 30-90%

8 Smelter =

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00