Wastra Batik Kartini

wastra_batik_kartini.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 21 Apr 2021

Wastra Batik Kartini

Hari Kartini identik dengan kebaya, padahal Raden Ayu Kartini juga pintar dalam membatik, sebuah keterampilan yang harus dikuasai para perempuan kala itu. Motif batik kembang kantil (cempaka putih), srikaton, dan parang gondosuli merupakan karyanya dalam membatik.

Kartini mulai mengenal seni batik sejak usia 12 tahun, ketika dia sudah meninggalkan bangku sekolah dan masuk ke ruang pingitan.

Batik sejak dahulu hingga sekarang masih dikerjakan oleh kalangan ibu-ibu. Maka dari itu tidak salah jika batik ini lebih dekat dengan seni ibu.

Sarung Batik

Kartini pernah menghadirkan sarung batik karyanya sendiri kepada Nyonya Abendanon, istri Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia-Belanda pada tahun 1900-1905.

Ratu Belanda Dan Batik

1898, di Den Haag, Belanda, diadakan Pameran Nasional Karya Wanita. Ratu Wilhelmina tertarik pada sebuah stand bertuliskan “Java”. Ratu Belanda tertarik dengan karya batik. Saking tertariknya, dia membolak-balik dan membacai naskah “Handschrift Japara” kisah batik dan teknik pembuatan karya Kartini. Tulisan itu dibuat saat Kartini berumur 19 tahun.

Buketan Anyelir

Batik motif buketan anyelir khas eropa dengan warna biru, coklat dan putih. Buketan atau rangkaian bunga merupakan ciri batik pesisiran disertai kupu-kupu dalam gaya Hindu Jawa.

Batik Pesisir dan Keraton

Kartini juga pintar memadukan batik khas pesisir yang dominan dengan corak bunga dan batik keraton dengan warna sogan.

De Batikunst in Nederlandch en hare Geschidenis

Karya dua antropologi bangsa Belanda, yakni GP Rouffaer dan HH Juynboll tentang batik. Tulisan Raden Ajeng Kartini merupakan bagian penting dari bagian pertama.

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00