Konflik Abadi Laut China Selatan

konflik_lcs_01.jpg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 01 Des 2020

Konflik Abadi Laut China Selatan

Konflik abadi antara China dengan berbagai negara soal

Kepemilikan wilayah tak berpenghuni telah lama di Laut China Selatan

Menjadi perhatian banyak pihak.

Ancaman kemanan di kawasan vital mengganggu lalulintas perdagangan

Dan transportasi dunia itu.

Konflik Terbuka

1974

konflik Vietnam dan China berhasil merebut Kepulauan Paracel

1998

Vietnam dan China memperebutkan karang Johnson

Sejarah Konflik

Abad ke-19

Orang Eropa menemukan nelayan China Hainan setiap tahun tinggal di kepulauan Spratly.

1877

Inggris lah yang meluncurkan klaim hukum moderen pertama ke Kepulauan Spratly.

1887

konversi batas China-Vietnam ditandatangani Prancis dan China menyatakan

China adalah pemilik pulau Spratly dan Paracel.

1902-1907

China mengirim pasukan Angkatan laut dalam tur inspeksi menempatkan bendera

Dan penanda di pulau-pulau itu.

1933

Prancis menegaskan klaimnya atas Kepulauan Spratly dan Paracel atas nama koloninya Vietnam.

1935

RRC mengumumkan klaim kedaulatan di Kepulauan Spratly.

Perang Dunia II Jepang menduduki beberapa pulau pada tahun 1939

dan menggunakannya sebagai pangkalan kapal selam.

1949

Pemerintah China mendirikan gamisun di pulau Itu Aba.

1951

Jepang mencabut klaimnnya atas pulau-pulau tersebut, Taiwan, China dan Vietnam

Menyatakan diri sebagai pemilik yang sah.

1955

Filipina ikut klaim LCS

1970-an

Vietnam Selatan menduduki tiga Kepulauan Spratly. Filipina kemudian

Memindahkan pasukan ke tujuh pulau yang tersisa dan membangun

Landasan udara (1976) di Pulau Pagasa.

1980

Konversi PBB tentang Hukum Laut, yang mulai menetapkan konsep ZEE

Membuat tarik menarik kian kuat.

Akhir abad ke-20

Vietnam, China, Taiwan, Malaysia, dan Filipina semuanya memiliki klai atas Spratly.

Brunei menyatakan ZEE yang berisi terumbu Spratly.

1988

China pertamakali di Spratly, Ketika militernya secara paksa memindahkan

Gamisun Vietnam dari Johnson South Reef.

1994

Konvensi Hukum Laut mulai berlaku. Amerika Serikat menyebut perjanjian ini

Sebagai “Konvensi Hukum Laut”.

1997

“Garis Sembilan-putus” membentangi kira-kira 1.118 mil

Dari Hainan ke Kalimantan di bawah klaim sejarah China masa lalu.

2002

Asean dan China mendatangi Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan.

2009

China mengeluarkan dua catatan diplomatic yang tampaknya mengklaim

Sebagian besar Laut China Selatan.

2011

China menggelar Latihan militer di sejumlah pulau

Yang disengketakan. Memicu ketegangan kawasan.

2013

Filipina menggugat China atas hak bersejarah dan tindakan lain

Dalam kasus arbitrase berdasarkan Konvensi Hukum Laut.

2014

China mulai secara intensif membangun lahan buatan di terumbu

Dan atol tertentu.

2016

Pengadilan Arbitrase mendukung Filipina dan menolak klaim maritime China.

2018

Maret-April, China dilaporkan meninggalkan aktivitas militernya

Di Laut China Selatan.

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00